Hubungi Kami |  Disclaimer   
Pengaduan Rekening Dana Investor

Login AKSes
 Online Trading & Reporting
AOnline
Aplikasi online untuk melakukan transaksi beli dan jual saham secara aman, real time dan mudah.
selengkapnya
AO Reporting
Sistem online laporan data nasabah Erdikha.
Daftar
User Login


 Lembaga Terkait







 Keterbukaan Informasi

Keterbukaan Informasi
IPO PT Fuji Finance Indonesia Tbk

fuji_finance

Prospektus Ringkas
IPO PT ENVY TECHNOLOGIES INDONESIA TBK

envy

Informasi Tambahan Prospektus Ringkas
IPO PT ENVY TECHNOLOGIES INDONESIA TBK

envy

Informasi Tambahan Prospektus
IPO PT Fuji Finance Indonesia Tbk

fuji_finance





 Informasi Nasabah
Perubahan T+3 menjadi T+2
  
Perubahan Penyelesaian T+3 menjadi T+2
Success
Bussiness
Bootstrap Carousel
  Market Review & Outlook
20 November 2019
The Bull is Trying to Comeback

IHSG 6152  29.47 0.48%
Net Foreign Buy YTD……..39.46T

R2: 6245
R1: 6195
S1: 6105
S2: 6055

*IHSG Outlook*
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk pola consolidation menguji resistance level 6195, apabila level ini tertembus maka berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji level resistance 6245. Indikator stochastic nampak berada pada areal pertengahan di level 50 adanya potensi penguatan. Indeks nampak ditransaksikan relatif sepi dengan nilai transaksi terjadi sebesar 7,23 triliun, sedangkan asing melakukan aksi beli bersih sebesar 204 miliar. Penguatan indeks ditopang oleh sektor Basic-Ind (1.246%), Finance (1.011%), Manufactur (0.637%), Infrastructur (0.406%), Consumer (0.368%), Misc -Ind (0.224%), kendati dibebani oleh sektor Trade (-0.095%), Property (-0.628%), Agriculture (-0.656%), Mining (-1.031%) yang masih mencoba mengalami pelemahan meskipun kurang signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan bergerak cenderungan menguat dengan range pergerakan 6105 sampai 6195. Saham yang dicermati investor untuk hari ini yaitu AKRA,BBNI,BMRI,BBTN,ISAT,TLKM.

*Global Sentiment*
IHSG berhasil ditutup menguat 0,48% ke level 6.152 ketika Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan pemangkasan suku bunga. LPS menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 bps menjadi 6,25% untuk simpanan rupiah di bank umum. Sementara untuk simpanan dalam bentuk valuta asing atau valas diturunkan juga 25 bps menjadi 1,75%. Sementara untuk BPR, simpanan rupiah menjadi 8,75%. Selanjutnya, pelaku pasar dalam negeri akan mengarahkan fokusnya kepada kebijakan yang akan dibuat Bank Indonesia (BI) yang akan bersidang dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 November. Rencananya Gubernur BI dan sejawat akan mengumumkan kebijakan suku bunga BI7DRR pada Kamis besok. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan di 5%. Selain itu, efek positif dari penurunan suku bunga LPS diperkirakan masih ada di bursa saham. Indeks sektor properti dan perbankan akan kembali diuntungkan tentunya.

*Stock News*
*BMRI ditutup menguat Rp 175 (+2.50%) ke level Rp 7,150*
Perebutan dana investor di akhir tahun makin ketat. Sejumlah emiten memulai penerbitan obligasi untuk menutup kebutuhan dana, termasuk PT PT Bank Mandiri Taspen. Bank Mandiri Taspen akan menerbitkan obligasi Rp 1 triliun. Obligasi ini adalah penerbitan tahap pertama dari Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Taspen dengan target dana total Rp 4 triliun. Berdasarkan pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (19/11), Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Taspen tahap I ini terdiri dari dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 700 miliar. Obligasi dengan tenor tiga tahun ini menawarkan tingkat bunga tetap 7,90% per tahun.

*SRIL melemah Rp 8 (-2.96%) ke level Rp 262*
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) merampungkan pelunasan surat utang senior yang jatuh tempo pada tahun 2021. Total nilai pelunasan surat utang dengan bunga 8,25% ini mencapai US 188,15 juta. Jumlah tersebut terdiri dari pokok utang US 174,52 juta, premi US% 7,20 juta, dan bunga akrual dan terutang US 6,44 juta. Emiten tekstil yang kerap disebut dengan Stritex ini menerbitkan wesel bayar US 225 juta yang akan jatuh tempo pada 9 Januari 2025. Surat utang dengan bunga 7,25% ini diterbitkan pada 9 Oktober 2019 lalu. Surat utang ini dijamin oleh PT Sinar Pantja Djaja, PT Primayudha Mandirijaya, dan PT Britratex Industries.

*Indikator*
Tingkat
Pertumbuhan ekonomi (Q3-2019 YoY) 5,02%
Inflasi (Oktober 2019 YoY) 3,13%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (Oktober 2019) 5%
Defisit anggaran (APBN 2019) -1,84% PDB
Transaksi berjalan (QIII-2019) -2,7% PDB
Neraca pembayaran (QIII-2019) -US$ 46 miliar
Cadangan devisa (Oktober 2019) US$ 126,7 miliar



Trading Idea

Erdikha 3

Rekomendasi hari ini:     2019-10-02

Saham Harga Sup Res Keterangan Rekomen
ANTM 975 940 990 Buy on weakness BUY
INCO 3510 3330 3500 Buy on weakness BUY
TINS 965 930 1005 Buy on weakness BUY

Watchlist

saham-saham yang perlu diperhatikan

Saham Harga Sup Res Keterangan Rekomen
- 0 0 0 - BUY
- 0 0 0 - BUY
- 0 0 0 - BUY

Erdikha Daily Report dan Rekomendasi Erdikha 3 didistribusikan via email setiap hari bursa dan dapat dilihat juga di website: http://www.erdikha.com.

Rekomendasi Erdikha 3 juga di broadcast setiap hari melalui blackberry messenger (bbm). Silakan contact Erdikha Sekuritas di pin bb 26463555.









  Berita Harian
       Copyright © 2010 PT Erdikha Elit Sekuritas. All rights reserved.                                                                                   Home  |   AOnline  |   Tentang Kami  |   Service  |   Berita