MELALUI ANAK USAHA, PYFA BAKAL MILIKI SAHAM DI FULLERTON HEALTH

PT Pyridam Farma Tbk.(PYFA) melalui PT Pyfa Investama Medika (PIM) bermaksud untuk mengambil bagian saham pada Fullerton Health Indonesia . "PIM akan memiliki kepemilikan saham minoritas pada Fullerton Health Indonesia Group atas perusahaan PT E-Tirta Medical Centre (EMC), salah satu perusahaan penyedia jasa medical check-ups terkemuka yang memiliki puluhan klinik yang tersebar di seluruh Indonesia serta menyediakan jasa medical check-ups pada klienkliennya di Indonesia dan PT Fullerton Health Indonesia (FHI), salah satu penyedia jasa administrasi pihak ketiga dan layanan care services terbesar di Indonesia untuk korporat, dan penyedia claims management sehubungan dengan layanan kesehatan," tutur Nadia Miranty Verdiana, Corporate secretary PYFA pada keterbukaan Informasi, Kamis (22/4). Selanjutnya PT Global Assistance and Healthcare (GAH), suatu perusahaan penyedia jasa bantuan medis dan angkutan khusus pengangkutan orang sakit yang terkemuka dengan rekam jejak yang sudah terbukti, yang telah berdiri lebih dari 20 tahun dengan lebih dari 4.000 pengangkutan dan lebih dari 30.000 bantuan lainnya sampai dengan saat ini dan PT Global Asistensi Medika (GAM), suatu perusahaan yang bergerak di bidang klinik yang menyediakan jasa praktik dokter umum atau praktik dokter spesialis. Sebagai informasi PYFA merupakan pemegang saham sebesar 99,00% dari total modal ditempatkan dan disetor pada PIM, yang mana laporan keuangan PIM terkonsolidasi oleh Perseroan dan Fullerton Health Indonesia Group adalah suatu perusahaan kesehatan terpadu di Indonesia, yang menawarkan jasa atau layanan kesehatan. Terkait dengan Rencana Pengambilbagian Saham tersebut, PIM telah menandatangani telah menandatangani Shares Subscription Agreement /Perjanjian Pengambilan bagian Saham pada tanggal 21 April 2021 (SSA) dengan masing . masing perusahaan yaitu EMC, FHI GAH, dan GAM. Perseroan atau PIM tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan pihak lainnya dalam masing . masing SSA baik secara langsung maupun tidak langsung dengan nilai kontrak sebesar Rp25,85 miliar. Nadia menambahkan "Pengmbilalihan bagian saham ini untuk memperluas kegiatan usaha grup Perseroan dan penyelesaian atas Rencana Pengambilbagian Saham akan bergantung dari pemenuhan kondisi prasyarat sebagaimana diatur di dalam SSA,"pungkasnya. (end)



Kembali