RUPIAH DITUTUP MENGUAT SEIRING TURUNNYA IMBAL HASIL SURAT UTANG AS

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore, ditutup menguat seiring turunnya imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat. Rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp14.490 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.530 per dolar AS. "Gejolak infeksi virus corona, terutama di India, memperburuk prospek pemulihan global yang cepat, tetapi sentimen tetap lemah dengan imbal hasil treasury jatuh," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis. Imbal hasil obligasi AS terakhir terlihat di sekitar 1,56 persen, tidak jauh dari level terendah sejak pertengahan Maret, karena terus berkonsolidasi setelah mencapai level tertinggi selama 14 bulan terakhir di 1,78 persen yang dicapai pada akhir bulan lalu. Pelaku pasar tampaknya telah berubah pikiran tentang pengetatan awal kebijakan moneter bank sentral AS The Fed. Perhatian investor akan tertuju ke pertemuan pengaturan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis malam nanti, menjelang The Federal Reserve dan Bank Sentral Jepang (BoJ) minggu depan. Presiden ECB Christine Lagarde kemungkinan akan tertekan pada pemikirannya tentang program pembelian obligasi bank sentral.(end)



Kembali