Wall Street Hijau! Kasus Covid-19 di China Kembali Meningkat | 16 September 2021

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6110. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari perdagangan. Indeks dibebani oleh sektor Industrials (-0.895%), Basic Materials (-0.756%), Financials (-0.621%), Properties & Real Estate (-0.51%), Consumer Non-Cyclical (-0.294%), Consumer Cyclicals (-0.255%), kendati ditopang oleh sektor Healthcare (0.03%), Infrastructures (0.425%), Transportation & Logistic (0.491%), Technology (0.635%), Energy (0.85%) yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6087 dan level resistance 6155. Data Produksi Manufaktur US Melambat Serta Cadangan Minyak Mentah Masih Berkurang Produksi Manufaktur di Amerika Serikat meningkat 5,90% pada Agustus 2021 dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya, bulan keempat berturut-turut dengan pertumbuhan yang lebih lambat. Pada basis bulanan, aktivitas pabrik meningkat 0,2%, karena badai yang terjadi dibeberapa wilayah memaksa penutupan pabrik petrokimia, resin plastik, dan penyulingan minyak bumi. Selain itu, stok minyak mentah di Amerika Serikat turun 5,437 juta barel pada pekan yang berakhir 10 September 2021, menyusul penurunan 2,882 juta barel pada pekan sebelumnya, di atas ekspektasi pasar yang turun 3,903 juta. Penurunan cadangan minyak mentah ini membuat harga minyak mentah secara global cenderung meningkat ditengah penambahan produksi oleh beberapa negara-negara OPEC yang sudah dilakukan mulai bulan Agustus lalu. Kenaikan Kasus Covid-19 Akibat Varian Delta di China Kenaikan kasus Covid-19 di China kini tak terhindarkan lagi, beberapa wilayah telah melakukan kebijakan pembatasan sosial bahkan lockdown guna meminimalisir penyebaran yang lebih lanjut. Berdasarkan data terakhir China juga mulai meningkatkan angka testing guna mendeteksi lebih dini masyarakat yang sudah tertular oleh varian baru Covid-19 ini. Pemeriksaan telah dipasang di stasiun tol di sekitar kota Putian di provinsi Fujian, dengan selusin di antaranya ditutup seluruhnya. Kota-kota terdekat Xiamen dan Quanzhou juga telah membatasi perjalanan karena varian delta menyebar ke seluruh wilayah. Bahkan penyebaran virus delta ini juga sudah memasuki lingkup sekolah di Fujian setelah salah satu ayah siswa terdeteksi positif. Gelombang terbaru ini datang sebulan setelah China mengatasi wabah Nanjing - yang terbesar sejak Wuhan. Dengan adanya hal ini, selama dua hari dalam pekan ini bursa regional cenderung melemah terutama Hang seng dan Shanghai Composite Index. Tidak hanya kedua indeks itu, indeks domestik pun ikut melemah meskipun adanya katalis posiif dari indikator ekonomi domestik. Penjualan Ritel China Pada Bulan Agustus Menurun Perdagangan ritel China naik 2,5 persen tahun-ke-tahun pada Agustus 2021, turun tajam dari kenaikan 8,5 persen pada bulan sebelumnya dan meleset dari ekspektasi pasar 11,5 persen. Ini merupakan kenaikan penjualan ritel terlemah sejak Agustus 2020, seiring melemahnya konsumsi selama wabah COVID-19 di beberapa wilayah. Penjualan naik pada kecepatan yang lebih lambat untuk kedua perhiasan (7,4 persen vs 14,3 persen pada Juli), furnitur (6,7 persen vs 11 persen). Sementara itu, penjualan kosmetik datar setelah naik 2,8 persen di bulan Juli. Pada saat yang sama, terjadi penurunan penjualan garmen (-6 persen vs 7,5 persen), perawatan pribadi (-0,2 persen vs 13,1 persen), telekomunikasi (-14,9 persen vs 0,1 persen), peralatan rumah tangga (-5,0 persen vs 8,2 persen). persen), dan mobil (-7,4 persen vs -1,8 persen). Sebaliknya, penjualan bahan bangunan tumbuh lebih cepat (13,5 persen vs 11,6 persen). Neraca Perdagangan, Ekspor dan Impor Meningkat diatas Proyeksi Pasar Surplus perdagangan Indonesia melebar tajam menjadi USD 4,74 miliar pada Agustus 2021 dari USD 2,31 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan jauh di atas konsensus pasar sebesar USD 2,36 miliar. Surplus tersebut terjadi karena ekspor melonjak 64,1% dibandingkan tahun sebelumnya ke rekor USD 21,42 miliar, didorong oleh produk non-migas (63,43%) dan produk minyak dan gas ( 77,93%) serta adanya kenaikan dari harga komoditas dan pemulihan lebih lanjut dalam permintaan global. Impor melonjak lebih rendah 55,26% menjadi USD 16,68 miliar, karena pembelian nonmigas melonjak 49,39% sementara pembelian minyak dan gas melonjak 115,75%. Selain itu, impor meningkat juga karena adanya pelonggaran pembatasan COVID-19 karena vaksinasi meningkat di dalam negeri. Namun, positifnya data indikator ekonomi domestik ini masih belum mampu mengangkat indeks berada di zona hijau karena katalis negatif dari regional akibat penyebaran kasus Covid-19 varian delta lebih mendominasi. Beberapa Data yang Akan Rilis Hari Kamis Dari berdasarkan data indikator ekonomi yang ada pada hari Kamis (16/9/2021) akan rilis data penjualan ritel US yang di proyekslkan masih terkontraksi sebesar -0,8% dari sebelumnya pada bulan Jul yang terkontraksi -1,1%. Kemudian akan rilis juga data ketenagakerjaan US mengenai klaim pengangguran yang sebelumnya menurun hingga 310.000 namun selama sepekan terkahir ini diproyeksikan meningkat menjadi 330.000 sampai dengan 11 September 2021. Selain itu dari Euro Area juga akan rilis terkait suku bunga acuannya yang diproyeksikan masih akan belum ada perubahan serta adanay rilis data terkait neraca perdagangan Euro Area yang diproyeksikan surplusnya melebar hingga € 30,2 milyar. Selain itu perkembangan kasus Covid-19 secara regional juga masih akan menjadi fokus para pelaku pasar pada hari Kamis.



Kembali