Sentimen Pasar Cukup Mix, Diperkirakan IHSG Mengalami Teknikal Rebound | EMB 14 Apr 2021

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 5927 (-0.36%) ditransaksikan senilai Rp 9.31 Triliun dengan volume transaksi 16.7 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -459.91 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: BBCA -258(B) , BBRI -88.(B) , TOWR -46.(B) , ASII -34.(B) , BBNI -22.(B) , SMGR -21.(B) , CPIN -16.(B). Adapun sektor yang membebani laju indeks perdagangan kemarin meliputi sektor Property (-1.206%), Mining (-0.926%), Consumer (-0.908%), (-0.648%), Manufactur (-0.382%), Trade (-0.137%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Basic-Ind (0.041%), Misc-Ind (0.235%), Agriculture (0.993%), Infrastructure (1.057%). Indeks pada hari ini diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 5900 - 6000. Faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini diantaranya adanya rilis data dari China baru saja hari ini pukul 10.00 WIB telah rilis data mengenai neraca perdagangan, ekspor dan impornya. Dimana untuk neraca perdagangannya mengalami penurunan jauh dibawah proyeksi yakni sebesar $13.8B dari sebelumnya $103.25B dengan proyeksi turun sebesar $52.05B. Kemudian untuk data ekspornya mengalami penurunan juga dari sebelumnya 60.6% menjadi 30.6%, dan terakhir untuk impornya mengalami kenaikan dari sebelumnya 22.2% menjadi 38.1% pada bulan Maret. Selain itu, dari Euro Area akan rilis juga data penjualan ritelnya selama Februari, kemudian dari US akan rilis data inflasi secara YoY dan MoM nya selama bulan Maret serta tingkat inflasi intinya juga (core inflation rate), dimana angka inflasi di US diperkirakaan akan mengalami kenaikan dari sebelumnya. Dan seperti yang kita ketahui angka inflasi ini merupakan salah satu acuan bank sentral Amerika Serikat dalam menetapkan kebijakan moneternya. Apabila terjadi kenaikan inflasi maka kemungkinan the fed untuk menurunkan suku bunga itu kecil, dan apabila benar terjadi kenaikan, hal tersebut akan mendorong Yield obligasi US tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan, karena seperti yang kita ketahui korelasi pergerakan antara yield obligasi dengan inflasi yaitu positif atau bergerak searah. Selain angka inflasi, dari US juga akan rilis data mengenai penjualan ritel dan data Manufacturing Productions secara YoY dan MoM pada bulan Maret. Secara teknikal Secara teknikal, indeks pada hari kemarin ditutup melemah terjadi konsolidasi membentuk candle spinning bottom, ditransaksikan denga volume transaksi yang realtif sepi, indikator stochastic bergerak melandai, Indeks juga nampak menunjukkan perlawanan terhadap lower band pada indikator bollinger band. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Saham-saham yang dapat ditransaksikan pada perdagangan hari ini meliputi: UNTR, INKP, ISAT, ASSA, LSIP, ADHI, TOWR, BFIN



Kembali