Rilis data ekonomi Indonesia, Semoga mampu mendongkrak IHSG | 15 Apr 2021

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 6050 (2.07%) ditransaksikan senilai Rp 10.23 Triliun dengan volume transaksi 15.63 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Beli Bersih Rp 1026.36 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: BBCA 309.(B) , ANTM 69.3(B) , BBRI 59.3(B) , TBIG 44.5(B) , ERAA 22.2(B) , BBTN 17.2(B) , BTPS 14.6(B). Adapun sektor yang menopang laju indeks perdagangan kemarin meliputi sektor Finance (3.072%), Misc-Ind (2.438%), Basic-Ind (2.046%), (1.85%), Trade (1.58%), Manufactur (1.553%), Property (1.367%), Infrastructure (1.319%), Mining (1.235%), Consumer (0.881%) . Faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari Rabu ( 14 April 2021) diantaranya adanya rilis dari data Inflasi Amerika Serikat kemarin yang mengalami kenaikan yakni untuk Inflation Rate secara MoM bulan Maret tercatat meingkat 0.6% dari sebelumnya 0.4%, Inflation Rate secara YoY bulan Maret tercatat meningkat 2.6% dari sebelumnya 1.7%, lalu untuk Core Inflation Rate tercatat meningkat 1.6% dari sebelumnya 1.3% dibulan Maret. Kenaikan inflasi di AS tersebut sesuai dengan prediksi para pelaku pasar. Kenaikan inflasi di AS tersebut menggambarkan bahwa dampak dari adanya penyebaran virus Covid-1 yang sempat menahan konsumsi masyarakat disana karena adanya kebijakan Lockdown yang dilakukan oleh pemerintah beberapa waktu lalu di beberapa negara bagian sudah mulai mereda, meskipun masih belum sepenuhnya normal. Kenaikan ini juga membuat kemungkinan bank sentral AS the Fed untuk menaikkan suku bunganya di akhir tahun ini. Lalu selain dari data Inflasi dari AS hari ini juga telah rilis data mengenai cadangan minyak AS berdasarkan survei dari API Crude Oil Stick Change yang masih mengalami penurunan namun dari sebelumnya -2.618M menjadi -3.608M per 9 April 2021. Lalu dari domestik sendiri, minggu ini akan rilis data ekonomi terkait neraca perdagangan dan Ekspor-Impor selama bulan Maret hari Kamis 15 April 2021. Selain itu pergeragakan IHSG juga masih tertahan karena adanya kekhawatiran investor terkait lonjakan kasus Covid-19, mengingat sekarang ini tengah ramadhan dan sebentar lagi akan ada musim mudik meskipun dari pemerintah sendiri sudah melarang kegiatan mudik pada tahun ini, namun kehawatiran itu masih ada. Karena berkaca dari India, setelah ada beberpa kegiatan keagamaan dan acara festival disana kini kasus Covid-19 disana mengalami lonjakan yang cukup besar dan kini India menjadi negara kedua terbanyak lonjakan kasus Covid-19 setelah Brazil. Secara teknikal 'Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk pola candle morning star ke level 6050. Ditransaksikan dengan volume yang relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan.Indikator stochastic juga nampak terjadi golden cross yang mengindikasikan adanya potensi terjadinya penguatan dengan range pergerakan 6060-6100. Saham-Saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini meliputi: BBCA, BBRI, ISAT, ASII,LPPF, MDKA, BBTN



Kembali