Pasar Keuangan Menunggu Kabar BI, Bagaimana BI7DRRR? | EMB 20 Apr 2021

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6053 (-0.55%) ditransaksikan senilai Rp 9.31 Triliun dengan volume transaksi 17.52 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -34.81 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: INKP -25.(B) , BMRI -23.(B) , TOWR -21.(B) , INTP -12.(B) , WIKA -11.(B) , JPFA -9.5(B) , BSDE -6.8(B). Adapun sektor yang membebani laju indeks perdagangan kemarin meliputi sektor Property (-2.209%), Finance (-1.022%), Miscellaneous Industry (-0.993%), Trade (-0.785%), Basic Industry (-0.683%), Infrastructure (-0.388%), Mining (-0.304%), Consumer (-0.24%), Manufacture (-0.068%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Agriculture (0.781%) yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan. Untuk sentimen pergerakan sesi satu hari ini cenderung minim, dan para pelaku pasar sendiri cenderung wait and see serta lebih terfokus pada hasil dari keputusan bank Indonesia hari selasa (20/4/2021) terkait suku bunga (Interest rate decision) atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), Lending Facility Rate, dan Deposit Facility Rate. Dimana dari ketiganya, jika kita kaitkan dengan kondisi ekonomi domestik saat ini, Bank Indonesia diprediksi masih akan menahan suku bunganya, dengan harapan agar dengan tren suku bunga yang cenderung rendah ini masyarakat dapat meningkatkan kembali konsumsi dan spending-nya melalui kredit pinjaman bank contohnya. Seperti yang kita ketahui bahwa kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia juga mencerminkan bagaimana kondisi ekonomi saat ini dan bagaimana proyeksi kedepannya. Ketika kondisi ekonomi sedang tidak berjalan dengan baik dan konsumsi masyarakat turun karena faktor tertentu baik secara global ataupun domestik pada khususnya, seperti yang terjadi ketika awal penyebaran pandemi Covid-19 tahun lalu, bank sentral akan menurunkan suku bunganya guna mendorong konsumsi dan spending masyarakat agar tetap tumbuh dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai proyeksi, begitupun sebaliknya. Dan saat ini, proyeksi untuk suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diperkirakan masih akan tertahan di level 3.50% menurut konsensus Trading Economics, karena kondisi ekonomi saat ini jika kita bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 2020 cenderung lebih baik, namun jika kita bandingkan lagi dengan kondisi normal sebelum adanya Covid-19 ini masih belum sepenuhnya pulih, sehingga wajar apabila nanti Bank Indonesia masih menahan suku bunganya. Kemudian selain dari domestik, dalam sepekan ini nantinya akan rilis juga data Loan Prime Rate dari China yang diproyeksikan masih akan cenderung stagnan atau tetap di level 3.85% menurut proyeksi Trading Economics. Kemudian dari Amerika Serikat minggu ini akan rilis data mengenai Markit Manufacturing PMI Flash selama bulan April, lalu Markit Composite PMI Flash dan Markit Sercice PMI Flash selama bulan April yang diproyeksikan meengalami penurunan tipis jika kita bandingkan dengan sebelumnya namun masih dalam kategori ekspansif atau diatas level 50. Seperti yang kita ketahui bahwa untuk data Markit Manufacturing PMI, Markit Composite PMI dan Markit Sercice PMI apabila angkanya berada di bawah 50 maka dikatakan kontraksi sedangkan diatas 50 dikatakan ekspansi. Kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 juga masih sedikit banyak berpengaruh terhadap pergerakan indeks akhir-akhir ini meskipun program vaksinasisasi terus berjalan hingga kini serta pergerakan kurvanya juga cendeurng melandai, sehingga kenaikan indeksnya meksipun ada kenaikan karena adanya sentimen dari beberapa data ekonomi namun cenderung tertahan. Secara teknikal Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah ke level 6052. Ditransaksikan dengan volume yang relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan terakhir. Indeks nampak membentuk pola candle dark cloud cover gagal menembus MA20 sekaligus belum mampu menembus middle band pada indikator bollinger band. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah berada pada range perdagangan 6000-6100.



Kembali