Pasar AS Kebakaran, Kasus Covid-19 RI Melandai, Gimana IHSG? | EMB 21 Apr 2021

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6038 (-0.24%) ditransaksikan senilai Rp 8.53 Triliun dengan volume transaksi 12.67 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -108.86 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: BBRI -81.(B) , MDKA -15.(B) , BBCA -14.(B) , INCO -12.(B) , WIKA -6.8(B) , BBTN -6.2(B) , BBNI -5.4(B). Adapun sektor yang membebani laju indeks perdagangan kemarin meliputi sektor Finance (-0.909%), Mining (-0.828%), Trade (-0.148%), Property (-0.119%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Infrastructure (0.027%), Consumer (0.271%), Basic-Ind (0.545%), Manufactur (0.567%), Agriculture (0.809%), Misc-Ind (1.571%) Pergerakan IHSG pada hari ini (20/4/2021) cukup bergerak bervariasi dimana pada sesi 2 ini IHSG sempat kembali turun menembus level 6000 nya di level 5997, namun pada pukul 14.00 IHSG kembali ke level 6000 nya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini diantaranya dari domestik baru saja rilis data suku bunga acuan serta Lending Facility Rate dan Deposit Facility Rate yang sesuai dengan ekspetasi para pelaku pasar yakni 3.50% untuk suku bunga acuan, dan untuk Lending Facility Rate dan Deposit Facility Rate masing-masing 4.25% dan 2.75%. Langkah mempertahankan suku bunga acuan ini diambil oleh Bank Indonesia sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hingga saat ini masih terkena dampak dari adanya penyebaran pandemi virus Covid-19. Langkah penahanan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia selaku otoritas moneter cukup direspon oleh pasar namun tidak signifikan karena penahanan suku bunga ini sudah diprediksi oleh beberapa pelaku pasar yang dikaitkan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang ada saat ini. meskipun suku bunga acuan kini cenderung masih rendah, namun angka tingkat Inflasi di Indonesia juga masih cenderung kecil, yang menandakan bahwa bahkan ketika suku bunga kecilpun daya beli masyarakat masih belum kembali normal, atau dapat dikatakan masih cenderung rendah. Oleh karenanya, penahanan suku bunga yang dilakukan oleh BI ini merupakan hal yang wajar. Selain mengenai suku bunga, dari domestik pasar juga merespon adanya kabar terbaru terkait PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro yang sah diperpanjang hingga 3 Mei 2021, dan jumlah provinsi yang diberlakukan aturan ini juga bertambah 5 provinsi, yakni Sumatra Barat, Jambi, Bangka Belintung, Lampung, dan Kalimantan Barat. Kemudian masih dari domestik, pukul 17.00 WIB juga akan rilis data mengenai Motorbike Sales secara YoY, dimana menurut forecast Trading EConomics diprakirakan akan mengalami perbaikan dari sebelumnya -30.8% menjadi 15%. yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan. Beralih ke eksternal, selain dari domestik pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh adanya rilis data dari China 1Y dan juga Loan Prime Rate 5Y yang masih bertahan masing-masing di level 3.85% dan 4.65%. Dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa perbaikan ekonomi di China terus berjalan namun dari sisi pinjaman korporasi dan rumah tangga masih belum tumbuh signifikan sehingga Bank Sentral disana mempertahankan Loan Prime rate atau suku bunga acuan untuk pinjaman di level yang sama dari sebelumnya sebagai langkah mendorong pertumbuhan pinjaman baik untuk korporasi maupun rumah tangga. Selain karna data ekonomi yang sudah dan akan rilis hari ini, pergerakan Indeks juga masih terpengaruh oleh adanya penyebaran kasus Covid-19 baik secara global maupun domestik. Seperti yang terjadi di India, saat ini lonjakan kasus Covid-19 disana semakin bertambah, bahkan kini india menjadi negara kedua di dunia dengan kasus terbanyak setelah AS dengan 31 juta kasus. Sentimen negatif dari india tersebut selain memungkinkan mempengaruhi indeks juga sedikit banyak akan mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia, karena seperti yang kita ketahui bahwa India merupakan negara dengan urutan ketiga untuk pengimpor dan konsumen minyak didunia. Kembali saya ingatkan juga bahwa dalam minggu ini akan ada juga rilis data dari US terkait Markit Manufacturing PMI Flash, Markit Composite PMI Flash, dan Markit Service PMI Flash selama bulan April ini, yang diprakirakan akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sebelumnya, namun masih tergolong kategori ekspansi. Kemudian masih dari US, hari Rabu besok (21/4/2021) juga akan rilis cadangan minyak berdasarkan survei EIA yakni EIA Crude Oil Stock Change per 16 APRIL. Lalu, dari Inggris hari Rabu besok juga akan merilis data mengenai tingka inflasi disana selama bulan Maret. Yang besar kecil hasilnya akan mencerminkan bagaimana keadaan ekonomi disana dari sisi konsumsi dan spendingnya. secara teknikal 'Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah ke level 6038 terjadi konsolidasi membentuk candle doji. Ditransaksikan dengan volume yang relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. IHSG masih menguji resistant MA20 sekaligus masih menguji middle band pada indikator bollinger band masih menguji teknikal rebound. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada range pergerakan 6000 - 6100.



Kembali