Pasar AS Berhasil Rebound, Angin Segar Bagi IHSG! |EMB 22 April 2021

Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 5993 (-0.75%) ditransaksikan senilai Rp 7.59 Triliun dengan volume transaksi 13.58 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -512.03 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: ASII -81.(B) , BBCA -80.(B) , BMRI -76.(B) , BBRI -46.(B) , TLKM -43.(B) , BBNI -27.(B) , MDKA -22.(B). Adapun sektor yang membebani laju indeks perdagangan kemarin meliputi sektor Consumer (-1.025%), Basic-Ind (-0.988%), Manufactur (-0.973%), Finance (-0.96%), Infrastructure (-0.89%), Misc-Ind (-0.768%), Trade (-0.303%), Property (-0.276%), Mining (-0.102%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Agriculture (2.369%) yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan.Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 5960 - 6050. Indeks pada perdagangan hari ini dibuka melemah 0,46% ke level 6010,27 dan melanjutkan kelemahannya pada 5 menit berikutnya di 0,6% ke level 6002,82, dan kembali ditutup melemah 0,7% ke level 5993,24. Beberapa faktor yang mempengaruhi pegerakan IHSG pada hari ini yaitu karena aksi jual yang dilakukan oleh investor asing pada saham - saham seperti ASII, BBCA,BMRI,BBRI, TLKM, BBNI, MDKA dengan total transaksi yang cukup besar hingga 512 B. Selanjutnya IHSG melemah juga karena lonjakan kasus Covid -19 yang terjadi di India dan Jepang yang menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar, meski di dalam negeri sendiri kasus Covid-19 sudah tidak semengerikan kasus Covid-19 di global akan tetapi lonjakan ini memberi dampak yang negatif bagi pergerakan IHSG hari ini. Selanjutnya sejauh ini juga belum ada sentimen positif yang dapat mendorong IHSG bergerak kembali ke jalur hijau, bahkan kabar baik dari hasil RDG kemarin pun belum mapu untuk mendorong IHSG kembali ke jalur hijau. Namun pada perdagangan hari ini sektor Agriculture justru mengalami penguatan ditengah menurunnya harga minyak mintah. Kenaikan harga minyak sawit mentah ini disebabkan karena ekspor yang terjadi mengalami peningkatan dimana dengan keterbatasannya tenaga kerja dibidang tersebut membuat kekhawatiran akan tidak terpenuhinya permintaan pasar yang membuat harga minyak sawit mentah diperkirakan akan tetap tinggi sampai paruh pertama tahun ini. Selanjutnya investor juga perlu mencermati data yang rilis pada hari ini dan data yang akan rilis dalam minggu ini. Untuk data yang rilis hari ini ada dari Inggris yang merilis data tingkat inflasi nya yang mengalami kenaikan menjadi 0,7% dari sebelumnya 0,4% dan dibawah ekpektasi pasar 0,8%, kenaikan inflasi di Inngris diperkirakan akan meningkat tajam dalam beberapa bulan kedepan karena kenaikan tagihan energi rumah tangga, harga minyak global yag lebih tinggi dan basis perbandingan yang rendah karena permintaan tahun lalu yang menurun. Lalu Us juga merilis data API Crude Oil Stock Change selama bulan april. dan dalam minggu ini akan rilis data dari US terkait Markit Manufacturing PMI Flash, Markit Composite PMI Flash, dan Markit Service PMI Flash selama bulan April ini, yang diprakirakan akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sebelumnya, namun masih tergolong kategori ekspansi. Secara teknikal 'Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah ke level 5993. Ditransaksikan dengan volume yang relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic juga nampak terjadi death cross yang mengindikasikan adanya potensi terjadi pelemahan.



Kembali