Riset & Berita

The Bear Trying to stand till The Limit

IHSG 4331         126.08        -2.83%
Net Foreign Sell YTD……..8.56T
 
R2:   4500
R1:   4400
S1:   4200
S2:   4100
 
*IHSG Outlook*
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah membentuk pola trend bearish continuation menguji support level 4200, apabila level ini tertembus maka berpotensi melanjutkan pelemahan hingga melemah ke level support 4100. Indeks nampak ditransaksikan relatif sepi dengan nilai transaksi terjadi sebesar 8,1 triliun, kendati asing melakukan aksi jual bersih sebesar 258 miliar. Penguatan indeks ditopang oleh seluruh sektor yaitu sektor Infrastructur (-3.85%), Consumer (-3.766%), Agriculture (-3.45%), Finance (-3.269%), Manufactur (-3.218%), Misc -Ind (-2.744%), Mining (-2.448%), Basic-Ind (-2.404%), Property (-1.363%), Trade (-0.021%). Indeks pada hari ini diperkirakan bergerak consolidation dengan range pergerakan 4200 sampai 4400. 
 
*Global Sentiment*
Sentimen pertama yaitu Wall Street yang masih terkoreksi yang dikhawatirkan akan merambat ke bursa Asia termasuk Indonesia akibat kasus dari COVID-19. Selain itu, harga minyak mentah yang kembali anjlok yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar pada  perdagangan  hari ini. 
 
Kejatuhan harga minyak sendiri disebabkan oleh dua hal. Pertama a dalah permintaan yang merosot akibat pandemi COVID-19 yang memukul sektor perjalanan dan pariwisata serta aktivitas bisnis.Penyebab kedua adalah gagalnya OPEC capai kesepakatan terkait volume produksi minyaknya yang memicu Arab Saudi geram. Sebelumnya Arab Saudi mengusulkan pemangkasan produksi minyak ekstra sebesar 1,5 juta barel per hari (bpd) hingga akhir tahun demi menstabilkan harga di pasar. Namun ketika pasokan minyak melimpah dan permintaan akan minyak menurun maka akan menyebabkan harga minyak mentah menjadi anjlok.
 
Hari ini Bank Indonesia (BI) dijadwalkan untuk mengumumkan suku bunga acuan, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR). Konsensus pasar memperkirakan Gubernur Perry Warjiyo dan sejawat akan menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Tujuannya agar dapat menjadi stimulus dan memacu perekonomian di tengah-tengah kekhawatiran akan terjadi pelambatan ekonomi global. 
 
*Indikator*
Pertumbuhan ekonomi (QIV-2019 YoY) 5,02%
Inflasi (Februari 2019 YoY) 2,68%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (Februari 2019) 4,75%
Defisit anggaran (APBN 2020) -1,76% PDB
Transaksi berjalan (QIV-2019) -2,72% PDB
Neraca pembayaran (QIV-2019) -US$ 4,28 miliar
Cadangan devisa (Februari 2019)US$ 130,44 miliar
Share this Post:

Related Posts: