Riset & Berita

The Bear Trying to stand till The Limit

IHSG 4105         225.25        -5.2%
Net Foreign Sell YTD……..9.46T
 
R2:   4300
R1:   4200
S1:   4000
S2:   3900
 
*IHSG Outlook*
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah membentuk pola trend bearish continuation menguji support level 4000, apabila level ini tertembus maka berpotensi melanjutkan pelemahan hingga melemah ke level support 3900. Indeks nampak ditransaksikan relatif sepi dengan nilai transaksi terjadi sebesar 5,17 triliun, kendati asing melakukan aksi jual bersih sebesar 636 miliar. Penguatan indeks ditopang oleh seluruh sektor yaitu sektor Misc -Ind (-6.072%), Manufactur (-5.963%), Consumer (-5.954%), Basic-Ind (-5.924%), Finance (-5.701%), Infrastructur (-5.275%), Property (-4.148%), Agriculture (-3.138%), Mining (-3.116%), Trade (-3.025%). Indeks pada hari ini diperkirakan bergerak consolidation dengan range pergerakan 4000 sampai 4200.
 
*Global Sentiment*
Sentimen pertama yaitu volatilitas pergerakan pasar uang yang masih cukup tinggi akibat wabah COVID-19. Setelah usai COVID-19 resmi dinyatakan sebagai pandemi, pasar memang porak-poranda. Aset-aset safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah AS dilikuidasi untuk menutup margin calls dan mengimbangi kerugian dari investasi lainnya. Kala harga emas turun dan yield obligasi pemerintah AS naik, indeks dolar yang mengukur keperkasaan greenback di hadapan enam mata uang lain justru mengalami peningkatan. Pasar sekarang memang sedang menghindari aset-aset berisiko (risk off) dan lebih memilih cash. Untuk sementara ini sambil wait and see, cash kembali menjadi aset primadona.
 
Sentimen kedua yaitu OECD merevisi turun perkiraan ekonomi global untuk tahun 2020 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,9% atau turun 50 bps. Organisasi tersebut juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 4,8% tahun ini. Selain itu, kekhawatiran COVID-19 yang telah membawa tekanan dan ketidakpastian ke pasar keuangan global. Sehingga kemarin dalam konferensi persnya, BI juga merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya 5-5,4% menjadi 4,2-4,6% atau turun 80 bps akibat adanya COVID-19. Selanjutnya, BI dari hari rapat dewan gubernur BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-DRRR menjadi 4,5%.
 
*Indikator*
Pertumbuhan ekonomi (QIV-2019 YoY) 5,02%
Inflasi (Februari 2019 YoY) 2,68%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (Februari 2019) 4,75%
Defisit anggaran (APBN 2020) -1,76% PDB
Transaksi berjalan (QIV-2019) -2,72% PDB
Neraca pembayaran (QIV-2019) -US$ 4,28 miliar
Cadangan devisa (Februari 2019)US$ 130,44 miliar

 

Share this Post:

Related Posts: