Riset & Berita

The Bear Trying to stand till The Limit

IHSG 4195         89.52        2.18%
Net Foreign Sell YTD……..9.46T
 
R2:   4400
R1:   4300
S1:   4100
S2:   4000
 
*IHSG Outlook*
Indeks pada perdagangan minggu lalu ditutup menguat membentuk pola consolidation menguji resistance level 4300, apabila level ini tertembus maka berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguat ke level resistance 4400. Indikator stochastic nampak berada pada areal oversold dan disertai adanya golden cross yang mengindikasikan terjadinya potensi penguatan. Indeks nampak ditransaksikan cukup ramai dengan nilai transaksi terjadi sebesar 13,18 triliun, kendati asing melakukan aksi jual bersih sebesar 794 miliar. Penguatan indeks ditopang oleh sektor Consumer (7.792%), Infrastructur (5.748%), Manufactur (5.744%), Basic-Ind (5.716%), Mining (3.18%), Trade (1.735%), Property (0.448%), Agriculture (0.168%), kendati dibebani oleh sektor Finance (-1.403%), Misc -Ind (-1.609%) yang masih mencoba mengalami pelemahan meskipun kurang signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan bergerak consolidation kecenderungan menguat dengan range pergerakan 4100 sampai 4300.
 
*Global Sentiment*
Sentimen pertama yaitu pandemi COVID-19 yang sangat memukul pasar keuangan global dan dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian global. Saat ini, pandemi yang sudah masuk ke AS dan menyebabkan banyak negara bagian membatasi aktivitas warganya, tentunya membuat perekonomian AS terpukul. Ketika aktivitas warganya terbatas, tentunya belanja konsumen akan menurun. Belanja konsumen merupakan tulang punggung perekonomian AS, yang berkontribusi sekitar dua per tiga dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Saat belanja konsumen menurun, maka PBD AS juga akan merosot. Selain itu, perekonomian global yang terpukul akibat wabah COVID-19 membuat bank sentral dan pemerintah di berbagai negara bergerak cepat memberikan stimulus guna melindungi perekonomian mereka.
 
Sentimen kedua yaitu dari dalam negeri, Pemerintah RI dan Bank Indonesia (BI) menggelontorkan stimulus fiskal sebesar Rp 10 triliun (US$ 718 juta) untuk sektor-setor yang terdampak wabah COVID-19. Selain itu pemerintah juga melakukan relaksasi pada Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 25 dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, ada total sebesar Rp 62,3 triliun dari realokasi anggaran APBN, baik yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) baik di pemerintah pusat dan daerah. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu BI pada pekan lalu kembali memangkas suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5.
 
*Indikator*
Pertumbuhan ekonomi (QIV-2019 YoY) 5,02%
Inflasi (Februari 2019 YoY) 2,68%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (Februari 2019) 4,75%
Defisit anggaran (APBN 2020) -1,76% PDB
Transaksi berjalan (QIV-2019) -2,72% PDB
Neraca pembayaran (QIV-2019) -US$ 4,28 miliar
Cadangan devisa (Februari 2019)US$ 130,44 miliar

 

Share this Post:

Related Posts: