Riset & Berita

MESKI PANDEMI, STATISTIK REKSADANA SYARIAH MELESAT

60132405 IQPlus, (17/09) - Di tengah gejolak ekonomi karena pandemi Covid-19, statistik reksadana justru melejit.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir Agustus 2020, dana kelolaan (asset under management/AUM) dan jumlah reksadana syariah terus menunjukkan peningkatan. Pada periode itu, AUM reksadana syariah mencapai Rp69,71 triliun atau tumbuh 29,72% dari posisi akhir 2019 Rp53,74 triliun. Pertumbuhan nilai AUM tersebut tidak lepas dari penambahan jumlah produk yang beredar.

OJK mencatat, jumlah produk reksadana syariah per akhir Agustus 2020 mencapai 283 produk. Jika dibandingkan periode akhir 2019, jumlah produk reksadana syariah itu naik 18 produk atau tumbuh 6,79%. Sebelumnya, Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Nanda Meiliza Puspita mengatakan reksadana syariah dapat menjadi opsi investasi masyarakat, khususnya muslim, di masa pandemi yang masih berlangsung hingga kini. "Di masa pandemi seperti saat ini, karena munculnya ketidakpastian dalam jangka pendek, maka reksa dana pasar uang syariah dan reksa dana obligasi syariah atau sering disebut reksa dana sukuk, bisa menjadi pilihan yang tepat," ujar Nanda. Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari investor untuk selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam dalam bentuk akad antara investor atau pemegang unit penyertaan (sebagai pemilik harta) dengan manajer investasi.

Hal ini diatur dalam fatwa DSN MUI No.

20/DSN-MUI/IV 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksadana Syariah.

(end/is) .

Share this Post:

Related Posts: