Riset & Berita

The Bull is Trying to Comeback

IHSG 4508         6.23        -0.14%
Net Foreign Sell YTD……..24.95T
 
 
R2:   4630
R1:   4550
S1:   4460
S2:   4400
 
*IHSG Outlook*
IHSG pada perdagangan minggu lalu ditutup melemah membentuk trend bearish continuation dengan menguji level support di level 4460.

Indeks diperdagangkan dengan volume transaksi yang relatif sepi sekitar 7,2 triliun dengan asing saat ini masih membukukan aksi jual bersih sebesar 1,09 triliun.

Pelemahan indeks dibebani oleh sektor Finance (-2.67%), Trade (-0.516%), Mining (-0.132%), kendati ditopang oleh sektor Agriculture (0.808%), Property (0.93%), Infrastructur (0.952%), Basic-Ind (1.091%), Manufactur (1.732%), Consumer (1.894%), Misc -Ind (2.534%) yang masih mencoba mengalami penguatan meskipun kurang signifikan.

Indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak sideways cenderungan menguat dengan teknikal rebound jangka pendek pada range pergerakan 4460-4550.

 
*Global Sentiment*
Sentimen pertama yaitu BI akan mengumumkan suku bunga dan kebijakan moneter.

Penguatan pada Rupiah membuat ruang bagi BI untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter.

Selain itu, ditengah-tengah pandemi COVID-19 ini perekonomian di Indonesia sangat terpukul sehingga perlu lebih banyak stimulus untuk membangkitkan perekonomian agar bisa kembali normal.

Kemudian Pemerintah saat ini juga akan berencana melonggar PSBB demi memutar kembali roda perekonomian.

Pemerintah juga telah mengizinkan karyawan berusia di bawah 45 tahun di 11 sektor yang saat ini dikecualikan dalam PSBB untuk kembali bekerja.

Selanjutnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merilis Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020.

Bersama dengan surat tersebut disampaikan simulasi tahapan pemulihan kegiatan #CovidSafe BUMN yang dilakukan dalam beberapa fase.

Kembali diputarnya roda perekonomian tentunya memberikan sentimen positif ke pasar, meski harus berhati-hati agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

 
Sentimen kedua yaitu adanya kekhawatiran akan terjadi konflik AS dengan China yang bisa memperburuk sentimen pelaku pasar, pada akhirnya membebani pergerakan aset-aset dalam negeri.

Penyebabnya, asal-usul virus corona yang dikatakan berasal dari laboratorium di China.

Dalam pernyataannya kepada media, Presiden AS Donald Trump tak segan menyebut kemungkinan memutus hubungan dengan China.

Alasannya, karena China gagal menahan pandemi Covid-19.

Trump yang terus menyerang China memicu kecemasan akan kemungkinan terjadi babak baru perang dagang, bahkan yang lebih parah kemungkinan perang dunia III.

 
*Indikator*
Pertumbuhan ekonomi (QI-2020 YoY) 2,97%
Inflasi (April 2020 YoY) 2,67%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (April 2020) 4,5%
Defisit anggaran (APBN 2020) -5,07% PDB
Transaksi berjalan (2019) -2,72% PDB
Neraca Pembayaran Indonesia (2019)            -US$4,68 miliar
Cadangan devisa (Maret 2020)US$ 120,97 miliar

 

.

Share this Post:

other Posts: