Riset & Berita

The Bull is Trying to Comeback

IHSG 4627         80.85        1.78%
Net Foreign Sell YTD……..11.38T
 
R2:   4780
R1:   4710
S1:   4545
S2:   4480
 
*IHSG Outlook*
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk sideways jangka menengah dengan menguji level resistance di level 4710.

Indeks diperdagangkan dengan volume transaksi yang cukup ramai sekitar 8,7 triliun dengan asing saat ini masih membukukan aksi beli bersih sebesar 220 miliar.

Penguatan indeks ditopang oleh sektor Misc -Ind (6.541%), Basic-Ind (2.795%), Infrastructur (2.278%), Finance (2.062%), Manufactur (2.036%), Mining (1.292%), Trade (1.011%), Consumer (0.659%), kendati dibebani oleh sektor Property (-0.096%), Agriculture (-0.563%) yang masih mencoba mengalami pelemahan meskipun kurang signifikan.

Indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderungan menguat pada range pergerakan 4545-4710.

 
*Global Sentiment*
Sentimen pertama yaitu perkembangan terkait kandidat vaksin corona.

Saat ini, di AS ada dua kandidat vaksin corona yang potensial dan akan memulai uji coba pada manusia.

Dengan semakin banyaknya kandidat vaksin yang masuk uji klinis, tentu ini jadi kabar baik untuk pasar hari ini.

Mengacu pada data WHO, sampai saat ini sudah ada 10 calon vaksin corona yang tengah menjalani fase evaluasi klinis.

Sementara itu di saat yang sama ada 114 kandidat lain masih berada di fase preklinis.

Dengan adanya kabar yang positif terkait vaksin corona saat ini membuat optimisme pelaku pasar kembali membaik.

 
Sentimen kedua yaitu Perusahaan china terancam dari Wall Street sehingga membuat China memilih jalan lain untuk membidik London Stock Exchange (LSE) di Inggris sebagai tempat mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO).

Saat ini, Senat AS meloloskan RUU di bidang pasar modal yakni Holding Foreign Accountable Act atau RUU akuntibilitas perusahaan asing.

Jika RUU ini disahkan maka akan menjadi ancaman bagi perusahaan China yang melantai di bursa saham AS.

Selain itu, Presiden Donald Trump juga melarang dana pensiun federal untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan China pada pekan lalu.

Ditengah ketidakpastian saat ini investor akan kembali melakukan aksi wait and see hingga kondisi kembali mereda.

 
*Indikator*
Pertumbuhan ekonomi (QI-2020 YoY) 2,97%
Inflasi (April 2020 YoY) 2,67%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (April 2020) 4,5%
Defisit anggaran (APBN 2020) -5,07% PDB
Transaksi berjalan (2019) -2,72% PDB
Neraca Pembayaran Indonesia (2019)            -US$4,68 miliar
Cadangan devisa (Maret 2020)US$ 120,97 miliar

 

.

Share this Post:

other Posts: