Riset & Berita

The Bull Trying to stand till The Limit

IHSG 4642         14.76        0.32%

Net Foreign Sell YTD……..11.65T

 

 

R2:   4780

R1:   4710

S1:   4545

S2:   4480

 

*IHSG Outlook*

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk candle sideways jangka menengah dengan menguji level resistance di level 4710.

Indeks diperdagangkan dengan volume transaksi yang cukup ramai sekitar 8,2 triliun dengan asing saat ini masih membukukan aksi beli bersih sebesar 274 miliar.

Penguatan indeks ditopang oleh sektor Basic-Ind (1.466%), Trade (0.999%), Finance (0.897%), Misc -Ind (0.332%), Property (0.194%), Manufactur (0.169%), Agriculture (0.093%), kendati dibebani oleh sektor Consumer (-0.553%), Mining (-0.667%), Infrastructur (-0.868%) yang masih mencoba mengalami pelemahan meskipun kurang signifikan.

Indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderungan menguat pada range pergerakan 4545-4710.

 

*Global Sentiment*

Sentimen pertama yaitu beberapa negara yang sudah melonggarkan lockdown dan membuka kembali perekonomiannya.

Di Eropa beberapa negara seperti Portugal, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, Swedia dan Islandia bahkan sudah mewacanakan untuk kembali menyambut para wisatawan dengan memacu sektor pariwisatanya untuk kembali beroperasi.

Namun dengan adanya pelonggaran ini maka akan memicu munculnya kekhawatiran akan adanya gelombang kedua wabah.

Disisi lain, Dr Antoni Fauci selaku penasihat kesehatan Gedung Putih megatakan bahwa AS dapat terhindar dari gelombang kedua wabah jika kembali dibukanya ekonomi secara tepat.

Ekonomi AS memang sudah mulai bergeliat.

Salah satu indikatornya adalah dibukanya kembali beberapa toko ritel dan restoran.

Mengacu pada data reservasi restoran OpenTable, penurunan tingkat reservasi mulai menunjukkan adanya perbaikan dan tidak separah pada periode sebelumnya ketika lockdown.

 

Sentimen kedua yaitu kemungkinan  stimulus tambahan untuk menyelamatkan perekonomian dari pandemi yang datang dari Eropa maupun AS.

Pekan lalu, Jerman dan Prancis mengusulkan untuk meningkatkan utang Eropa bersama dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi kawasan zona Euro dari krisis akibat pandemi corona.

Anggaran sebanyak EUR 750 miliar ini termasuk EUR 500 miliar dialokasikan dalam bentuk hibah dan EUR 250 miliar dalam bentuk pinjaman kepada negara-negara anggota.

Selain itu, di AS pimpinan senat mayoritas AS Micth McConnel mengatakan kongres mungkin harus mengeluarkan lebih banyak undang-undang untuk meredam dampak kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi.

Banyak anggota parlemen dan Ketua bank sentral AS, Federal Reserve Jerome Powell berpendapat Washington harus mengambil lebih banyak langkah untuk mendongkrak perekonomian mengingat tingkat pengangguran di AS berada di level yang sangat tinggi di 14,7% pada bulan April.

DPR AS rencananya akan meloloskan RUU yang memberikan fleksibilitas pada UKM AS untuk mengalokasikan dana bantuan yang diterima dari pemerintah.

 

*Indikator*

Pertumbuhan ekonomi (QI-2020 YoY) 2,97%

Inflasi (April 2020 YoY) 2,67%

BI 7 Day Reverse Repo Rate (April 2020) 4,5%

Defisit anggaran (APBN 2020) -5,07% PDB

Transaksi berjalan (2019) -2,72% PDB

Neraca Pembayaran Indonesia (2019)            -US$4,68 miliar

Cadangan devisa (Maret 2020)US$ 120,97 miliar

 

.

Share this Post:

other Posts: