Kabar baik WHO beri katalis positif terhadap market hari ini | 05 Jan 2021 | 01 January 1970
'Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 6695. Indeks ditopang oleh sektor Technology (4.49%), Financials (1.076%), Industrials (0.58%), Healthcare (0.386%), Consumer Non-Cyclical (0.363%), Energy (0.213%), kendati dibebani oleh sektor Properties & Real Estate (-0.09%), Consumer Cyclicals (-0.284%), Transportation & Logistic (-0.323%), Infrastructures (-0.725%), Basic Materials (-1.154%) yang mengalami pelemahan walaupun belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6670 dan level resistance 6720.
Beralih ke bursa saham AS, tiga indeks utama di Wall Street berakhir variatif. Dow Jones Industrial Average (DJIA) mampu menguat 0,59%. Akan tetapi, S&P 500 turun tipis 0,06% dan Nasdaq Composite anjlok 1,33%.
Sentimen pertama yaitu terkait kebijakan monoter AS yang akan dilakukan tahun ini dan diperkirakan akan semakin ketat. Semakin banyak pejabat teras The Fed yang bicara soal kenaikan suku bunga acuan, Kaskhari menjadi yang paling anyar. Saat suku bunga acuan naik, imbalan investasi di aset-aset berbasis dolar AS (terutama di instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi) akan ikut terkerek. Arus modal akan mengarah ke Negeri Adikuasa sehingga hanya menyisakan sedikit untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia. Jika hawa kenaikan suku bunga acuan AS makin terasa, maka mata uang negara-negara berkembang akan terpapar sentimen negatif. Oleh karena itu, investor perlu selalu waspada terhadap risiko depresiasi rupiah.
Sentimen kedua yaitu perkembangan seputar pandemi virus corona. Kabar baik datang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melihat semakin banyak bukti bahwa virus corona varian omicron hanya menimbulkan gejala ringan. Makin ke sini, hubungan antara kasus positif dan angka kematian semakin rendah. Walaupun demikian kewaspadaan tidak boleh mengendur. Risiko masih besar, terutama di negara-negara dengan tingkat vaksinasi anti-virus corona yang rendah. Kabar baik ini dapat menjadi katalis positif tentunya yang mana virus omnicron yang lebih jinak bisa membuat warga unia melanjutkan aktivitas dengan tenang, meski vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan tetap harus ditegakkan. Dengan begitu, harapan akan pemulihan ekonomi akan terjaga. (source : CNBC Indonesia)







