Rusia-Ukrainan Memanas, Tapi DOW JONES nggak Ngarih, Gimana IHSG? | 25 Feb 2022 | 01 January 1970
'IHSG pada perdagangan kemarin bergerak melemah ditransaksikan dengan volume transaksi yang cukup signifikan gagal menembus level all time hight di level 7000 dimana hari ini asing melakukan aksi beli bersih, IHSG dibebani oleh sektor ransportation & Logistic (-4.925%), Financials (-2.415%), Consumer Cyclicals (-2.247%), Technology (-2.127%), Basic Materials (-2.086%), Properties & Real Estate (-2.073%), Infrastructures (-1.687%), Consumer Non-Cyclical (-1.365%), Healthcare (-1.273%), dan sedikit ditopang oleh sektor Industrials (0.753%), Energy (2.226%). IHSG nampak berhasil menutup gap pada level support 6800 berhasil terjadi pull back. Indikator stochastic sudah berada di areal overbought atau jenuh beli berpotensi terjadi aksi profit taking. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak kembali melemah menguji support 6710 hingga level resistant 6850.
'Pada hari ini, investor masih akan memantau perkembangan terbaru dari konflik antara Rusia dan Ukraina. Namun, dengan bangkitnya kembali bursa saham AS pada perdagangan Kamis kemarin waktu setempat, menandakan bahwa hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham di Indonesia. Saham-saham teknologi di AS kembali diburu oleh investor, setelah mereka berusaha menghindarinya dan melepas saham teknologi. Saham teknologi ternama melonjak cukup signifikan. Semnetara itu, Situasi di Ukraina hingga Kamis kemarin masih belum kondusif. Pada Kamis malam waktu Indonesia, Presiden AS, Joe Biden mengumumkan akan mengenakan sanksi terbaru terhadap Rusia dalam upaya untuk mengisolasi Moskow dari ekonomi global. Gedung Putih juga telah mengizinkan pasukan tambahan untuk ditempatkan di Jerman ketika sekutu NATO berupaya meningkatkan pertahanan di Eropa. Memanasnya tensi konflik Rusia-Ukraina beserta negara barat membuat harga-harga komoditas melonjak ke level tertingginya. Di emas dunia, harganya sempat melonjak 3,2% ke US$ 1.970 per troy ons karena investor mencari aset aman. Namun pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, harga emas ditutup di level US$ 1.904 per troy ons, menguat 0,28%. Tak hanya emas saja, harga minyak mentah dunia juga melesat dan nyaris menyentuh level psikologis di US$ 100 per barel kemarin. Harga minyak jenis Brent melonjak 2,52% ke level US$ 99,28 per barel. Sedangkan harga minyak jenis Light Sweet WTI melesat 0,98% ke level US$ 93 per barel. Di lain sisi, data perkiraan dari pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal IV-2021 tercatat melonjak. Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal IV-2021 melonjak menjadi 7%, dari sebelumnya pada kuartal III-2021 sebesar 2,3%. Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar saham di AS dan tentunya juga dapat berpengaruh di Indonesia, karena sentimen melonjaknya PDB AS pada kuartal IV-2021 merupakan sentimen positif satu-satunya di tengah sentimen eksternal dari konflik Rusia-Ukraina, meski data PDB Negeri Paman Sam ini masih dalam perkiraan awal.







