Perang VS Harga Komoditas? | 07 Maret 2022 | 01 January 1970
'Indeks pada perdagangan minggu lalu ditutup menguat pada level 6928 Indeks ditopang oleh sektor Energy (6.875%), Industrials (2.486%), Healthcare (1.126%), Basic Materials (0.709%), Financials (0.248%), Technology (0.243%), Properties & Real Estate (0.017%), kendati dibebani oleh sektor Infrastructures (-0.053%), Consumer Cyclicals (-0.688%), Consumer Non-Cyclical (-1.033%), Transportation & Logistic (-1.315%) yang mengalami pelemahan yang belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6890 dan level resistance 6960.
Beralih ke bursa global, aset berisiko berupa saham banyak diobral oleh investor. Alhasil harganya pun anjlok. Tiga indeks saham acuan bursa New York tenggelam di zona merah pada Jumat (4/3/2022). Indeks Dow Jones melemah 0,53%. Koreksi juga dialami oleh indeks S&P 500 yang melorot 0,79%. Selanjutnya ada indeks Nasdaq Composite yang anjlok 1,66%. Tidak hanya Wall Street saja yang ambles, bursa saham Eropa Stoxx 600 juga terkoreksi 3,6%. Di luar, pasar saham masih merespons kebakaran yang terjadi di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina.







