IHSG masih ada harapan menguat di akhir pekan! | 20 Mei 2022 | 01 January 1970
'Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 6823. Indeks ditopang oleh sektor Financials (0.896%), Technology (1.797%) kendati dibebani oleh sektor Basic Materials (-0.887%), Consumer Cyclicals (-0.611%), Energy (-1.629%), Healthcare (-0.074%), Industrials (-0.668%), Infrastructures (-1.297%), Consumer Non-Cyclical (-0.664%), Properties & Real Estate (-0.626%), Transportation & Logistic (-0.577%) yang mengalami pelemahan yang kurang signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6800 dan level resistance 6850.
Sentimen pertama yaitu masih dari global dimana AS pada perdangan kemarin masih ditutup melemah. Selain masih adanya aksi profit taking di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga bank sentral The Fed untuk melawan tingginya inflasi. Pada perdagangan kemarin, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 236,94 poin (-0,75%) ke 31.253,94. S&P 500 surut 22,89 poin (-0,58%) ke 3.900,79. Sedangkan Nasdaq melemah 29,66 poin (-0,25%) ke 11.388,5.
Sentimen kedua yaitu dari dalam negeri rilis laporan keuangan kuartal I-2022 yang dapat menopang dari penguatan IHSG. Beberapa perusahaan yang telah merilis laporan keuangan menunjukkan hasil yang cukup positif, terutama pada sektor tambang.
Emiten tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mencatatkan kinerja cemerlang pada kuartal pertama di tahun 2022. Di kuartal I-2022 emiten ini mencatatkan pendapatan perusahaan tercata melonjak hingga 165% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$ 123.09 juta. Pendapatan yang melonjak ini membuat perusahaan akhirnya membalikkan kondisi rugi US$ 4.98 juta menjadi untung US$ 69.65 juta pada kuartal pertama tahun ini.
Selain itu, PT Indo Tambangraya Megah TBk (ITMG) berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 640 juta, naik 125% yoy dari kuartal I-2021. Laba bersih perusahaan pun melesat 407% yoy menjadi US$ 213 juta. Kinerja positif juga dirasakan oleh PT Timah Tbk. (TINS), di mana pendapatan naik 80% yoy menjadi Rp 4,4 triliun. Laba bersih TINS meroket 5.713% yoy menjadi Rp 601 miliar.
Kabar baik datang bagi perusahaan kelapa sawit setelah Presiden Joko Widodo membuka kembali ekspor produk sawit seperti minyak goreng dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada tanggal 23 Mei 2022. (source : CNBC Indonesia)







