Pasca libur kemerdekaan RI, Simak senimen kamis ini. | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat ke level 7133. Indeks ditopang oleh sektor
Technology (1.525%), Consumer Non-Cyclical (0.649%), Transportation & Logistic (0.408%), Industrials
(0.167%), Properties & Real Estate (0.149%), kendati sedikit dibebani oleh sektor Healthcare (-0.096%),
Consumer Cyclicals (-0.231%), Financials (-0.544%), Energy (-0.698%), Basic Materials (-0.793%),
Infrastructures (-0.972%). Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range level
support 7080 dan level resistance 7160
Ambruknya bursa saham AS dan kebijakan the Fed yang masih agresif diperkirakan akan berimbas
kepada pergerakan IHSG hari ini. Risalah pertemuan FOMC menunjukkan bahwa pejabat bank sentral AS
belum yakin dengan tanda-tanda pelemahan inflasi. Pelaku pasar pun berekspektasi jika the Fed masih
akan hawkish. Sebagai catatan, bursa saham AS dan IHSG sempat amblas pada Juli lalu setelah the Fed
melanjutkan kebijakan agresifnya dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps. Kabar tidak
menggemberikan lain dari AS adalah data penjualan ritel AS yang tercatat flat. Hari ini. Amerika Serikat
akan mengeluarkan data penjualan rumah existing untuk Juli dan data klaim pengangguran untuk satu
pekan yang berakhir pada 13 Agustus 2022.
Klaim pengangguran naik 14.000 menjadi 262.000 pada dua pekan lalu atau satu pekan yang berakhir
pada 6 Agustus 2022. Sementara itu, penjualan rumah existing juga turun 5,4% (yoy) menjadi 5,12 juta
rumah pada Juni, terendah sejak Juni 2020. Penjualan rumah existing di AS sudah melandai dalam lima
bulan beruntun. Namun, kabar positif dari China dan dalam negeri diharapkan bisa menyuntik
optimisme pasar di tengah lesunya kabar dari AS. Pemerintah China pada Selasa kemarin menyatakan
komitmennya untuk mengambil langkah nyata dalam mempercepat pemulihan ekonomi, termasuk
dengan meningkatkan konsumsi dan investasi.
Komitmen pemerintah China datang sehari setelah bank sentral China secara tak terduga memangkas
suku bunga utama untuk kedua kalinya tahun ini dan menarik sejumlah uang tunai dari sistem
perbankan pada Senin (15/8/2022). Hal itu dilakukan untuk menghidupkan lagi permintaan kredit guna
menopang ekonomi yang belum pulih sepenuhnya dari pandemi Covid-19. Ekonomi China anjlok dan
hanya tumbuh 0,4% (yoy) pada kuartal II-2022, dari 4,8% pada kuartal I-2022. China merupakan mitra
dagang terbesar bagi Indonesia dan salah satu investor terbesar di Tanah Air. Komitmen China untuk
mempercepat pemulihan ekonomi diharapkan bisa meningkatkan permintaan impor mereka dari
Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS), ekkspor non-migas Indonesia ke China sudah turun 1,27%
pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya.Dari dalam negeri, sentiment positif masih datang dari RAPBN
2023. Target pertumbuhan sebesar 5,3% dan masih tingginya belanja untuk subsidi serta bantuan sosial
diharapkan bisa membantu kinerja perusahaan berbasis consumer goods, otomotif, hingga perbankan.







