Wall street bergairah, akankah ihsg happy weekend? | 11 November 2022 | 01 January 1970
Pasar saham dan nilai tukar Rupiah terparkir di zona negatif pada perdagangan kemarin (11/11/2022) karena investor menanti rilis inflasi Amerika Serikat yang bisa jadi penentu nasib kenaikan suku bunga. Sebaliknya, Surat Berharga Negara (SBN) menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jatuh 1,46% ke level 6.966,83. IHSG lagi-lagi keluar dari zona psikologis 7.000. Nilai transaksi IHSG pada hari ini sudah mencapai sekitar Rp 12,8 triliun.
Mata Uang Garuda terkoreksi pada pembukaan perdagangan sebesar 0,08% ke Rp 15.675/US$. Pukul 11:00 WIB rupiah kembali tertekan lebih dalam menjadi 0,25% ke Rp 15.697/US$. Kemudian, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di Rp 15.690/US$, melemah 0,2% di pasarspot.Posisi rupiah hari ini kembali membuat warga RI mesti waspada karena posisinya kian mendekati Rp 15.700/US$ dan masih berada di level yang tinggi sejak 2,5 tahun ini.
Indeks utama Wall Street naik menjadi reli terbesar sejak 2020 setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang turun di bawah 8%. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga acuan.
Pada perdagangan Kamis (10/11/2022) Do Jones dibuka melonjak 3,7% ke 33.715. Sementara S&P500 melejit 5,54% ke 3.956,7 dan NASDAQ melambung 7,35% ke 11.114, menjadi yang terbaik sejak Maret 2020.







