Wall Street Kembali 'Berdarah', IHSG Semoga Kuat... | 01 January 1970
Awal pekan ini, pasar keuangan Tanah Air kembali bervariasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi, rupiah gagal menjaga momentum penguatan, serta imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat.
IHSG berakhir di zona merah dengan koreksi 0,27% atau 18,93 poin ke 7.063,25 pada perdagangan Senin (21/11/2022). Pelemahan IHSG kemarin selaras dengan pergerakan mayoritas bursa utama Asia lainnya yang juga berakhir di zona merah, kecuali indeks acuan Tokyo Nikkei 225 yang mampu catat penguatan 0,16%.
Nilai transaksi IHSG kemarin mencapai Rp 9,3 triliun dan melibatkan 23,5 miliar saham dan berpindah tangan 1,15 juta kali. Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 151,26 miliar di pasar reguler. Selanjutnya, Mata uang Garuda juga keok melawan dolar dan berakhir melemah 0,19% ke Rp 15.715/US$, meskipun sempat terapresiasi pada awal perdagangan. Rupiah melanjutkan kinerja negatif sejak pekan lalu. Dengan demikian, rupiah sudah melemah dalam 6 hari beruntun.







