Isu Resesi BIkin Harga Energi Jeblok, Awas Asing Net Sell Lagi | 01 January 1970
Mengawali pekan perdana tahun 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 2,42% dalam sepekan dan tercatat sebagai salah satu indeks acuan dengan kinerja terburuk pekan lalu. Kinerja bursa domestik hanya lebih baik dari bursa saham Chile dan Turkey yang masing-masing ambles 2,62% dan 6,46% pekan lalu.
Dalam 5 hari perdagangan, IHSG sebenarnya mampu menguat tiga kali. Tetapi kemerosotan tajam pada perdagangan Rabu dan Kamis membuat IHSG menjadi bursa dengan kinerja terburuk di dunia dibandingkan dengan bursa utama lainnya.
Pada perdagangan Jumat (6/1), IHSG berakhir di 6.684,558, dengan penguatan 0,46% secara harian. Kinerja positif di perdagangan hari terakhir tersebut, akhirnya mampu memangkas koreksi yang lebih dalam, di mana pekan ini IHSG bahkan sempat menembus ke bawah level 6.600, terendah sejak 4 Juli 2022. Pelemahan pekan lalu, terjadi bersamaan dengan kaburnya dana asing dari bursa domestik. Data pasar menunjukkan investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 1,7 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan ini.







