Kabar Gembira dari Amerika, Sudah Saatnya Berpesta? | 01 January 1970
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan Kamis (12/1) dan memangkas kinerja buruk IHSG yang tercatat mengawali tahun 2023 sebagai salah satu indeks acuan dengan performa paling buruk di kancah global.
Pada perdagangan kemarin IHSG berakhir di 6629,934 atau terapresiasi 0,69% secara harian. Kemarin, IHSG akhirnya secara eksklusif diperdagangkan di zona hijau. Penguatan ini merupakan yang kedua dalam minggu ini dan dalam empat hari perdagangan minggu ini koreksi IHSG terpangkas turun menjadi 0,82% (week to date). IHSG dapat menorehkan kinerja positif mingguan apabila pada perdagangan hari ini IHSG mampu naik setidaknya 55 poin.
Sejak awal tahun, IHSG masih membukukan pelemahan 3,22%. Setelah beberapa hari menjadi pemberat (laggard) IHSG, emiten perbankan raksasa kemarin tercatat menguat dan menjadi penggerak utama kenaikan harga indeks. Dua emiten big four yakni Bank Mandiri (BMRI) dam Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menduduki posisi teratas daftar penggerak (movers)IHSG. Sementara itu emiten batu bara menjadi laggard dengan tiga teratas secara berurutan diisi oleh Bayan Resources (BYAN), Adaro Energy Indonesia (ADRO) dan Bumi Resources (BUMI).







