BI Kode Mengerem Kenaikan, Suku Bunga! Fed Diramal Tetap Agresif! | 01 January 1970
Pasar keuangan Tanah Air mencatatkan kinerja beragam pada perdagangan kemarin Kamis (19/1/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat, mata uang garuda kembali melemah, serta imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) kembali naik. Indeks Acuan Tanah Air kembali berakhir di zona hijau dengan apresiasi 0,8% atau 54,12 poin ke 6.819,91. Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga BI 7 days reverse repo rate naik sebesar 25 basis point menjadi 5,75%. IHSG sempat merah di awal pembukaan perdagangan, namun sekitar 20 menit kemudian indeks terus melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan sesi I. Pada sesi II, indeks masih konsisten berada di zona hijau hingga penutupan.
Sementara itu, pergerakan Indeks acuan Tanah Air justru berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia-Pasifik yang ditutup beragam pada perdagangan Kamis (19/1/2023), di tengah optimisme pasar atas pemulihan ekonomi China pada tahun ini meski beberapa masih ada yang khawatir dengan prospek pemulihan tersebut.
Indeks Shanghai Composite China ditutup menguat 0,49% ke posisi 3.240,28, ASX 200 Australia bertambah 0,36% ke 7.420,2, KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,51% ke 2.380,34, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melesat 0,8% menjadi 6.819,91. Namun untuk indeks Nikkei 225 Jepang ditutup ambles 1,44% ke 26.405,199, Hang Seng Hong Kong turun 0,12% ke 21.650,98, dan Straits Times Singapura melemah 0,44% menjadi 3.275,24.







