Masih seputar sentimen perbankan global maupun suku bunga AS yang patut dicermati minggu ini. | 01 January 1970
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menguat 1,26% ke 6.762,25, sekaligus mengakhiri kemerosotan dalam empat minggu beruntun. Libur Hari Raya Nyepi dan cuti bersama membuat perdagangan hanya berlangsung tiga hari saja, IHSG mampu mencatat penguatan sebanyak dua kali, Cukup baik dibanding Indeks regional. Rupiah juga mampu mencatat penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang kinerja baik pekan sebelumnya. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah tercatat melesat 1,24% ke Rp 15.150/US$, level tersebut merupakan yang terkuat sejak 10 Februari lalu. Penguatan tajam tersebut tercatat terjadi hanya dalam sehari perdagangan pada Jumat (24/3/2023). SBN hingga IHSG juga merespon pengumuman tersebut dengan penguatan tajam, dan berpeluang berlanjut awal pekan ini.
Bursa saham AS (Wall Street) kembali mencatatkan penguatan pada pekan lalu. Ketiga indeks utama menguat dua pekan beruntun. Indeks S&P 500 tercatat menguat 1,4% ke 3.970,98, Dow Jones naik 1,2% ke 32237,53 dan Nasdaq memimpin sebesar 1,7% di 11823,96. The Fed yang membuka peluang tidak lagi menaikkan suku bunga memberikan sentimen positif. Tetapi di sisi lain, pelaku pasar juga was-was dengan ketidakpastian dalam sektor perbankan.







