Potensi capital infloy yang dapat menjadi sentimen positif di IHSG. | 01 January 1970
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat lebih dari 1% ke 6.839,43 Rabu kemarin. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam hampir empat pekan terakhir. Semua sektor kecuali properti dan real estate, mengalami penguatan. Hal tersebut mengindikasikan sentimen pelaku pasar sedang bagus. Rupiah juga tercatat kembali menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) dan semakin mendekati level psikologis Rp 15.000/US$. Data Refinitiv menunjukkan rupiah menguat 0,17% ke Rp 15.060/US$, level terkuat sejak 6 Februari lalu.
Perhatian pelaku pasar saat ini kembali berfokus ke tingginya suku bunga di Amerika Serikat dan risiko resesi. Tetapi ke depannya jika resesi terjadi, bank sentral AS (The Fed) diprediksi akan memangkas suku bunganya, yang tentunya bisa menguntungkan bagi rupiah.
Bursa saham AS (Wall Street) menguat tajam pada perdagangan Rabu (29/3/2023) waktu setempat. Para pelaku pasar melihat masa-masa buruk perbankan sudah berhasil dilewati.
Indeks Dow Jones melesat 1%, S&P 500 1,2%, dan Nasdaq memimpin nyaris 1,8%. Saham raksasa teknologi yang kompak menguat menopang penguatan tajam Nasdaq. Meta, Netflix dan Apple menguat sekitar 2%, Amazon naik 3%. Saham bank regional juga mengalami kenaikan, terlihat dari SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE) yang naik 1%. Bank raksasa seperti Citigroup dan Goldman Sachs juga menguat.







