Sentimen awal pekan terhadap IHSG dan Rupiah yang dapat menjadi pertimbangan. | 01 January 1970
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dan meninggalkan level psikologis 6.800. Berbeda, mata uang rupiah melanjutkan kinerja impresifnya melawan dolar Amerika Serikat (AS) di periode yang sama.
Indeks acuan Tanah Air tersebut tercatat melemah 0,39% ke 6.792,76 pada perdagangan Kamis (6/4/2023). Dalam sepekan, IHSG melemah 01,8%. Dalam empat hari perdagangan, lantaran ada libur Jumat Agung, IHSG masing-masing menguat dan melemah dua kali.
Kendati melemah, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,9 triliun, dan jika ditambah dengan pasar negosiasi dan tunai nilainya bertambah menjadi Rp 2,5 triliun.
Tidak hanya itu, rupiah juga menjadi mata uang terbaik Asia sepanjang tahun ini dengan penguatan 4,4%, dan menjadi yang terbaik ke-enam di dunia. Rupiah mulai menguat setelah Silicon Valley Bank (SVB) kolaps di Amerika Serikat. Hal ini membuat The Fed diprediksi tidak agresif lagi dalam menaikkan suku bunga. Pasca rilis data tersebut, indeks dolar AS yang sebelumnya menguat langsung berbalik turun.







