Tendensi Investor akan sikap The Fed dan sentimen lainya hari ini | 01 January 1970
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak menguat pada Selasa (11/4/2023) di tengah investor menunggu data ekonomi AS. Setelah sempat dibuka di zona merah, IHSG pada sesi II perdagangan Selasa ditutup naik signifikan 0,59% menjadi 6.811,31 secara harian.
Sebanyak 300 saham menguat, 221 saham melemah, sementara 200 lainnya mendatar. Perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp7,45 triliun dengan melibatkan 19,3miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,3 juta kali.
Dalam lima hari perdagangan IHSG terkoreksi 0,23%. Sementara itu, secara year to date (ytd) indeks masih membukukan pelemahan sebesar 0,57%. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv hampir seluruh sektor menguat dengan sektor utilitas memimpin kenaikan hampir 5%. Hanya sektor konsumen non-primer yang terpantau melemah 0,45%
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Selasa berhasil rebound dan menjadi saham dengan kontribusi terbesar bagi IHSG. GOTO sempat kembali ambles hingga lebih dari 3%. Namun pada penutupan sesi II rebound 5,32%.
Tiga indeks saham utama AS, Wall Street, bergerak variatif perdagangan Selasa (11/4) 13:30 waktu setempat. Ini seiring investor menantikan data inflasi AS yang bisa menentukan langkah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,23 poin, S&P 500 terapresiasi 1,18 poin, atau 0,03%. Sedangkan Nasdaq Composite turun 4,11 poin, atau 0,03%.
Investor cenderung wait and see atas data tenaga kerja AS yang menunjukkan angka positif, yang meningkatkan ekspektasi investor bahwa The Fed akan mengerek suku bunga pada rapat Mei mendatang.







