IHSG Terkoreksi Secara Ytd, Alarm dari Ekonomi China | 01 January 1970
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,01% menjadi 6.619,75 pada penutupan sesi II perdagangan Rabu (7/6/2023), setelah sempat terlempar ke zona psikologis 6.500 tepatnya menyentuh level terendah di 6.578,75.
Dalam lima hari perdagangan IHSG masih terkoreksi 0,92%. Selain itu, secarayear to date(ytd) indeks membukukan koreksi sebesar 3,37%. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv, tujuh sektor menguat dengan sektor Konsumen primer menjadi yang paling menguntungkan indeks naik 1,3%. Pada perdagangan kemarin data pasar menunjukkan investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 547,38 di pasar reguler.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,27% ke posisi 33.665,02 sementara S&P 500 turun 0,38%ke 4.267,52, dan Nasdaq Composite juga mengalami pelemahan dengan koreksi 1,29% ke 13.104,89. S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup lebih rendah pada perdagangan hari ini dengan indeks pasar yang luas berfluktuasi mendekati level penutupan tertinggi sejak Agustus 2022.







