HSG ditutup menghijau tipis, sedangkan rupiah melemah dan SBN dijual asing. Gimana IHSG? | 01 January 1970
Investor mencermati sejumlah kabar, baik dari dalam maupun luar negeri, sebagai petunjuk bertransaksi hari ini. Seperti: IHSG ditutup menghijau tipis, masih berusaha mendekati level psikologis 6.900, sedangkan rupiah melemah dan SBN dijual asing. Wall Street mengawali pekan dengan kinerja beragam, Dow Jones berakhir di zona merah. Investor menantikan data transaksi berjalan Indonesia per kuartal II 2023 sembari menyimak sentimen eksternal, termasuk KTT BRICS
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) hari ini akan merilis laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2023 yang juga memuat data transaksi berjalan. Sebagai catatan, NPI mencatat surplus US$ 6,5 miliar sementara transaksi berjalan surplus sebesar US$ 3,0 miliar atau 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I-2023. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan lalu, BI memperkirakan NPI yang positif diprakirakan berlanjut, didukung transaksi berjalan yang diprakirakan terjaga sehat dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB pada 2023. Pergerakan transaksi berjalan dan NPI akan sangat berdampak kepada nilai tukar rupiah. Pasalnya, NPI akan mencerminkan seberapa besar kekuatan ekspor serta arus modal asing yang masuk. Hal itu akan menentukan besaran pasokan dolar serta cadangan devisa yang akan memperkuat rupiah. Data transaksi berjalan juga menjadi salah satu faktor fundamental dalam mengukur kesehatan ekonomi makro Indonesia. Jika transaksi berjalan dan NPI ambruk maka bukan tidak mungkin investor akan semakin meninggalkan pasar keuangan Tanah Air karena menilai Indonesia kurang menarik.
Kemudian, investor juga akan menantikan kabar dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang memastikan bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22-24 Agustus 2023. Ini merupakan salah satu kegiatan di tengah rangkaian kunjungan kerjandi Benua Afrika. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan tidak akan hadir secara langsung. Ini karena surat perintah penangkapannya yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional atas dugaan kejahatan perang di Ukraina. Selain itu banyak pemimpin negara di seluruh Afika, Amerika Latin, Asia, dan Karibia yang diundang pertemuan itu, termasuk pejabat tinggi PBB, Ketua Komisi Uni Afrika dan Presiden New Development Bank, hingga para pemimpin bisnis.







