IHSG & Wall Street Kompak di Zona Hijau Namun Saham Utama Tertekan Akibat Yield Treasury | 01 January 1970
IHSG, pada perdagangan Rabu (27/9/2023) berakhir di zona hijau dengan apresiasi 0,2% ke posisi 6.937,83. Nilai transaksi mampu mencapai Rp 10,92 triliun dengan volume perdagangan 18,8 miliar yang diperdagangkan sebanyak 1,13 juta kali. Investor juga tercatat melakukan aksi jual (net sell) mencapai Rp 99,02 miliar di pasar reguler. Tercatat mayoritas saham menguat yakni 276, sementara 245 lagi mengalami koreksi dan 232 sisanya stagnan.
Dari dalam negeri, sentimen akan datang dari pengumuman tingkat suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan serta dampak larangan berjualan di media sosial oleh pemerintah. Sebagai catatan, pada Mei lalu, LPS mempertahankan tingkat bunga penjaminan bank umum tetap 4,25% bank perekonomian rakyat (BPR) 6,75, serta valuta asing di bank umum 2,25%. LPS diproyeksi akan menahan suku bunga sejalan dengan kebijakan moneter Bank Indonesia. Di luar ekonomi, ada agenda besar politik pada hari ini yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI-Perjuangan. Rakernas selama tiga hari hingga 1 Oktober tersebut akan menjadi konsolidasi partai pemenang pemilu tersebut untuk pemilihan umum dan pemilihan presiden (pilpres).







