Infrastructure Jadi Penopang IHSG, Perang Israel Hamas Semakin Memanas | 01 January 1970
IHSG pada perdagangan kemarin, Rabu (11/10/2023) ditutup menguat 0,14% ke 6.931,75. Kenaikan kemarin menjadikan posisi IHSG kembali berada di atas level 6.900.
Penguatan IHSG kemarin didorong oleh kenaikan sektor infrastruktur 3,5%, properti 1,08%, dan siklikal 0,61%. Sedangkan, sektor yang tertekan signifikan yaitu teknologi 1,47%, kesehatan 0,79%, dan transportasi 0,52%.
Dow Jones ditutup menguat 0,19% di posisi 33.804,57, sementara S&P 500 naik 0,43% di posisi 4.376,95, begitu juga dengan Nasdaq terapresiasi 0,71% di posisi 13.659,68. Inflasi AS dan berbagai negara di seluruh dunia dapat semakin parah, khususnya jika perang Israel-Hamas terus berlanjut dan dan menyeret negara pendukungnya sebagai pemain energi penting global.
Lebih lanjut, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dinilai mampu memberikan angin segar terhadap nilai tukar rupiah tampak belum cukup optimal sebab rupiah justru terus mengalami pelemahan dalam beberapa hari silam. Menanggapi hal tersebut, Ekonom senior yang juga merupakan Wakil Menteri Keuangan periode 2010-2014 Anny Ratnawati menilai, kebijakan yang mewajibkan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) perlu diperluas, sehingga tidak hanya untuk sektor sumber daya alam atau SDA, melainkan juga ke sektor manufaktur yang kinerja ekspornya tinggi.







