Surplus Neraca Dagang RI, Sektor Konsumer & Keuangan US Catatkan Kinerja Positif di Q3 2023 | 01 January 1970
IHSG pada perdagangan kemarin, Senin (16/10/2023), ditutup melemah 0,44% ke 6.896,29 seiring 376 saham turun dan hanya 183 saham naik serta 204 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,47 triliun dan volume perdagangan 40,52 miliar saham. Investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) Rp35,11 miliar di pasar reguler, dengan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi sasaran jual tertinggi, yakni hingga Rp100,9 miliar.
Pada Senin, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data neraca dagang beserta data ekspor dan impor Indonesia. Neraca perdagangan bulan September 2023 kembali mencatatkan surplus sebesar US$3,42 miliar. Dengan surplus ini, Indonesia telah mengalami surplus perdagangan selama 41 bulan berturut-turut. Kendati neraca dagang masih surplus bahkan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, kondisi ini bisa menandai jika produsen akan menahan produksi sehingga investasi bisa melemah atau melihat jika konsumsi akan melandai. Penurunan impor barang konsumsi (mtm) juga bisa mencerminkan jika konsumen sudah mulai menahan belanjanya.
Pelemahan ekspor impor juga tercermin dari aktivitas manufaktur Indonesia melandai pada September 2023. Untuk periode September 2023, PMI manufaktur Indonesia ada di angka 52,3. Indeks jauh lebih rendah dibandingkan pada Agustus 2023 yang tercatat di 53,9. Indeks PMI pada September adalah yang terendah dalam empat bulan terakhir.







