Suku Bunga BI di Luar Ekspektasi Akibat Ketidakpastian Global | 01 January 1970
IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis (19/10/2023) ditutup ambles 1,18% ke posisi 6.846,43. IHSG kembali jebol ke level psikologis 6.800. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,03 triliun dan volume perdagangan 24,25 miliar lembar saham.Sebanyak 404 saham turun, 147 naik, dan 207 stagnan. Harga saham BBCA turun 1,13%, BBRI minus 2,91%, dan BMRI minus 2,14%. Lantaran memiliki bobot yang besar, praktis ketiga saham ini turut menjadi pemberat IHSG. IHSG ambles setelah BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya. BI akhirnya menaikkan suku bunga acuan pada Oktober 2023. Kini BI-7 days reverse repo rate (BI7DRRR) berada di level 6%. Suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,75%.
Kenaikan ini untuk memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak mengingat tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk mitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau imported inflation sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1% pada 2023 dan 2,5 plus minus 1% pada 2024.
Hari ini, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memaparkan realisasi investasi kuartal III-2023 pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, Kementerian Investasi/BKPM mengumumkan realisasi investasi sebesar Rp349 triiiun pada kuartal II-2023. Realisasi tersebut tumbuh 15,7%







