Ekonomi Indonesia di Luar Ekspektasi, Neraca Dagang China Masih Rendah | 01 January 1970
IHSG pada hari ini diharapkan kompak menguat. Selengkapnya mengenai sentimen penggerak pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini Pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (6/11/2023), IHSG ditutup naik 89,95 poin atau 1,33% ke posisi 6.878,83. Sebanyak 308 saham menguat, 213 saham melemah sementara 237 bergerak stagnan. Nilai perdagangan yang tercatat kemarin mencapai Rp10,14 triliun dan melibatkan 27,94 miliar saham. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp269,45 miliar di semua pasar. Nilai tukar rupiah juga terbang tiga hari beruntun terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan kemarin menjadi salah satu yang cukup signifikan dengan kenaikan di atas 1% yang hanya terjadi tigakali tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 atau Juli-September 2023 tumbuh 4,94% (year on year/yoy) dan 1,6% (quartal to quartal/qtq). Pertumbuhan (yoy) tersebut adalah yang terendah sejak kuartal III-2021 atau delapan kuartal terakhir. Konsumsi menyumbang sekitar 53% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sehingga melemahnya konsumsi akan berdampak besar terhadap ekonomi. Perlambatan konsumsi bisa menjadi kabar buruk bagi banyak perusahaan, terutama mereka yang berkutat di consumer goods seperti PT Unilever Indonesia (UNVR),PT Mayora Indah, hingga Indofood Group. Bila konsumsi turun maka penjualan perusahaan bisa juga melandai sehingga keuntungan perusahaan berkurang.







