Politik & Proyeksi Inflasi Memanas, IHSG Tetap Bertahan di 7.000? | 01 January 1970
Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 0,46% secara point-to-point (ptp). Dengan ini, maka IHSG sudah menguat selama empat pekan beruntun. Sedangkan pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik tipis 0,08% ke posisi 7.009,63. Pada pekan lalu, IHSG juga akhirnya menyentuh kembali level psikologis 7.000, di mana level psikologis ini terakhir dicetak pada 22 September lalu. Data pasar menunjukkan investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy)mencapai Rp 304,77 miliar di seluruh pasar sepanjang pekan lalu.
Dari dalam negeri, BI akan merilis data uang beredar periode Oktober 2023 pada hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Data menunjukkan tingkat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2023 meningkat tajam. Posisi saat ini menempatkan M2 Indonesia mencatat rekor tertinggi sepanjang masanya di tengah era suku bunga tinggi. Kenaikan ini menandakan perekonomian Indonesia yang masih akan kuat mengalami pertumbuhan. Di sisi lain, hal ini dapat menjadi kekhawatiran pelaku pasar, pasalnya kenaikan M2 yang signifikan ke depan dapat menjadi indikator inflasi yang tinggi. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi November pada Jumat pekan ini (1/12/2023). Inflasi Indonesia naik menjadi 2,56% (year on year/yoy) dan 0,17% (month to month/mtm)pada Oktober 2023. Kelompok pangan masih menjadi penyumbang inflasi terbesar karena lonjakan harga beras, bensin dan cabai rawit.







