Proyeksi Inflasi RI Meningkat, PCE US Melandai, Arus Inflow Semakin Deras? | 01 January 1970
IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis (30/11/2023), menguat 0,63% ke posisi 7.080,741. IHSG bahkan sempat menyentuh level psikologis 7.100 pada sesi II kemarin. Nilai transaksi IHSG kemarin mencapai sekitaran Rp 25 triliun dengan melibatkan 32 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,3 juta kali. Sebanyak 238 saham terapresiasi, 304 saham terdepresiasi, dan 216 saham stagnan. Secara sektoral, sektor infrastruktur menjadi penopang terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 5,61%. Selain infrastruktur, sektor kesehatan juga menjadi penopang IHSG yakni sebesar 2,28%.
Pada hari ini, inflasi Indonesia periode November 2023 akan dirilis. Diperkirakan, tingkat inflasi pada November 2023 diperkirakan meningkat, baik secara bulanan (month-to-month/mtm) maupun tahunan (year-on-year/yoy). Inflasi akan naik karena meningkatnya sejumlah harga pangan, terutama gula, cabai rawit merah, bawang putih, rokok.
Selain itu, S&P Global hari ini akan merilis data aktivitas manufaktur Indonesia yang terekam dalam data PMI Manufaktur. PMI Manufaktur Indonesia kembali jeblok pada Oktober tahun ini. Untuk periode Oktober 2023, PMI manufaktur Indonesia ada di angka 51,5. Indeks PMI terjun ke level terendah sejak Mei 2023 atau terendah dalam lima bulan terakhir. Meski melandai, PMI manufaktur Indonesia sudah berada dalam fase ekspansif selama 26 bulan terakhir.







