Efek nataru Wall street kompak hijau, IHSG Bagaimana? | 01 January 1970
Pasar keuangan Indonesia berpesta pekan lalu sejalan dengan meningkatnya ekspektasi pelaku pasar akan kebijakan The Fed yang dovish. Wall Street kompak ditutup menghijau sejalan dengan optimisme pasar akan kebijakan The Fed dan Santa Rally. Efek libur tahun baru serta melemahnya dolar AS serta fenomena Santa Rally diproyeksi menjadi penggerak pasar keuangan hari ini ini
Pekan ini menjadi minggu terakhir bagi pelaku pasar keuangan domestik melakukan transaksi sebelum libur akhir tahun. Sepanjang satu pekan ke depan, tidak ada agenda dan data besar yang akan keluar baik dari Indonesia atau luar negeri. Data besar hanyalah klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir pada 23 Desember 2023 pada Kamis serta PMI Manufaktur China pada Minggu Pekan terakhir pada bulan terakhir tahun ini akan diisi dengan pemberitaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mobilitas yang meningkat serta mulai pulihnya ekonomi diharapkan mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga dari Jakarta hingga ujung Papua. Sejumlah sentimen baik lokal atau internasional akan tetap mewarnai pasar keuangan Indonesia sepekan ini. Di antaranya adalah:
Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang selama Nataru kali ini mencapai Rp 125,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat 6,8% dari tahun lalu yang tercatat Rp 117,7 triliun. Data BI juga menunjukkan uang beredar dalam arti luas (M2) melonjak selama Desember.







