Kenaikan Saham Transportasi & Logistik Efek Nataru, Ekonomi Domestik Tumbuh Tidak Maksimal | 01 January 1970
IHSG pada perdagangan kemarin, Selasa (2/1/2024) berhasil ditutup melonjak pada menit-menit terakhir perdagangan dengan kenaikan 0,70% di level 7.323,59 pada perdagangan Selasa (2/1/2024). Saham-saham transportasi kompak bergerak naik, terpantau PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melesat 7,25%, PT Blue Bird Tbk (BIRD) naik 1,68%, adapula PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terapresiasi 5,06%, dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melejit 6,25%. Kenaikan saham-saham transportasi dan logistik didorong dari efek libur panjang natal dan tahun baru yang diprediksi dapat meningkatkan penghasilan di sektor transportasi dan logistik karena kebutuhan transportasi liburan dan pengiriman barang meningkat jelang dan saat natal serta tahun baru.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers realisasi APBN 2023, Selasa (2/1/2024) mengatakan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,05% pada 2023. Laju pertumbuhan tersebut akan di bawah target APBN yakni 5,3%. Melesetnya target pertumbuhan mencerminkan adanya potensi ekonomi yang tidak maksimal sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat tetapi juga korporasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penurunan laju inflasi Indonesia pada 2023 dipicu oleh tren melemahnya inflasi inti. Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Ponco Adi Putranto menegaskan bahwa penurunan inflasi inti tidak menggambarkan adanya penurunan daya beli. Terbukti, belanja masyarakat terkait dengan barang jasa yang bersifat leisure meningkat. Hal ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa masyarakat telah kembali ke masa pra-pandemi.







