Komoditas Kompak Melemah, Mampukah IHSG Bangkit? | 01 January 1970
INDONESIA
- Pada hari ini, BI akan merilis IKK periode Desember 2023. IKK diproyeksi akan ke angka 124 dibandingkan capaian pada November di posisi 123,6.
- Peningkatan IKK pada Desember kemungkinan besar karena ada peningkatan daya beli masyarakat lantaran seasonality natal dan tahun baru (nataru).
- Sebagai catatan, nilai IKK secara nasional masih menunjukkan angka di atas 100 yang berarti keyakinan konsumen masih optimis.
- Pada November 2023, IKK RI turun menjadi 23,6 dibandingkan sebulan sebelumnya yang tercatat di 124,3.
- Indonesia menggantungkan 53% ekonominya dari pergerakan konsumsi sehingga laju IKK menjadi pentiing karena mencerminkan gerak konsumsi ke depan.
- Perusahaan consumer goods akan sangat ditentukan oleh laju konsumsi masyarakat, UNVR, MYOR, INDF Group
- Konferensi pers RDK OJK. OJK akan menggelar konferensi pers bulanan edisi Desember 2023. Akan hadir dalam konferensi pers Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan DK lainnya.
- Menarik ditunggu apakah OJK akan mengeluarkan kebijakan baru untuk 2024 serta outlook OJK mengenai industri keuangan ke depan.
US
- Pada Selasa malam hari ini waktu Indonesia, data neraca dagang dari Negeri Paman Sam untuk periode November 2023 akan dirilis.
- Neraca perdagangan AS pada November 2023 diproyeksi akan mengalami defisit lebih besar mencapai US$ 65 miliar, dibandingkan defisit bulan sebelumnya sebesar US$ 64,3 miliar.
- Walaupun data yang keluar cenderung laggard, akan tetapi proyeksi pelebaran defisit neraca dagang ini menunjukkan semakin terkontraksi-nya perdagangan ekspor dan impor di AS.
- Bagi Indonesia, AS merupakan negara kedua terbesar yang menyumbang ekspor terbesar setelah China. Sehingga, perkembangan neraca dagang Negeri Paman Sam ini patut dicermati karena akan mempengaruhi perdagangan ekspor-impor Tanah Air.
KOMODITAS
- Minyak, gas, hingga batu bara ambruk.
- Harga jatuh karena melemahnya permintaan global, tingginya pasokan, serta kebijakan pemangkasan harga minyak oleh Aran Saudi.
- Pada perdagangan Kemarin, harga minyak brent jatuh 3,3% menjadi US$ 76,19 per barel sementara WTI jeblok 4,3% ke US$ 70,63 per barel.
- Harga batu bara juga melemah 0,6% ke US$ 129,75 per ton dan harga gas alam Eropa jeblok 8,6%.
- Harga minyak ambruk setelah raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, memangkas harga minyak ke konsumen Asia sebesar US$ 2 per barel.
- Pemangkasan ini dilakukan karena terus melemahnya permintaan, terutama dari China.
- Melemahnya harga komoditas energi akan menekan banyak emiten berbasis energi mulai dari ELSA, MEDC, AKRA, ADRO, INDY, PTBA. dll.







