Rilis Inflasi US & Klaim Pengangguran Semalam kurang Memuaskan. Bursa US FLAT. Gimana IHSG? | 01 January 1970
*_Market Centiment_*
US-Flash
- Pada hari ini, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen penggerak pasar hari ini
- Kembali memanasnya inflasi AS serta rendahnya klaim pengangguran dari AS diperkirakan akan menjadi sorotan utama pelaku pasar.
- Kedua kabar tersebut bisa memberi sentimen negatif hari ini.
US-Inflasi
- AS Semalam malam mengumumkan data inflasi konsumen (CPI) periode Desember 2023.
- Inflasi US pada akhir 2023 naik menjadi 3,4% secara tahunan YoY dari sebelumnya sebesar 3,1% pada November 2023.
- Angka ini tentunya lebih tinggi dari konsensus pasar dalam Trading Economics yang memperkirakan CPI AS pada Desember 2023 naik 3,2% (yoy) dan 0,2% (mtm).
- Kenaikan inflasi AS terjadi karena adanya seasonality Natal dan tahun baru.
- Selain itu, memanasnya konflik di Timur Tengah yang turut menaikkan harga minyak mentah dunia juga berkontribusi menaikkan inflasi Negeri US pada akhir 2023.
US-PPI
- Setelah dirilisnya data inflasi konsumen AS semalam, pada malam hari ini giliran data inflasi produsen (PPI) AS periode Desember 2023 yang akan dirilis pada hari ini.
- Konsensus pasar dalam Trading Economics memperkirakan PPI pada Desember 2023 diprediksi naik menjadi 0,1% (mtm) dan 1,3% (yoy), dari sebelumnya pada November 2023 sebesar 0% (mtm) dan 0,9% (yoy).
- Angka inflasi terbaru AS kemungkinan akan membuat bank sentral AS lebih berhati-hati dalam menyatakan kemenangan dalam perjuangan melawan inflasi, karena hingga saat ini inflasi AS masih belum mendekati target yang ditetapkan di 2%.
US-Klaim Pengangguran
- Selain itu, Di US angka klaim pengangguran awal turun 1.000 menjadi 202.000 pada pekan yang berakhir 6 Januari lalu.
- Ini merupakan level terendah sejak pertengahan Oktober. Angka tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan orang Amerika mengajukan klaim pengangguran sebanyak 203.000.
- Hal ini menandakan bahwa sektor tenaga kerja di Negeri Paman Sam masih cukup panas, sehingga dapat menahan The Fed terkait untuk memangkas suku bunga acuannya di tahun ini.
- Proyeksi peningkatan klaim pengangguran ini memang berdampak buruk bagi pasar tenaga kerja, akan tetapi bagi keseluruhan ekonomi AS dan prospek inflasi ini berdampak positif lantaran semakin mendukung kondisi pasar tenaga mendingin yang memicu inflasi melandai.
CHINA
- Setelah data inflasi AS yang mengecewakan, China juga diperkirakan memberi kabar buruk soal inflasi hari ini.
- Pada hari ini, China akan merilis data Indeks Harga Konsumen.
- IHK China untuk periode Desember 2023 diperkirakan masih akan turun atau mengalami deflasi lebih dalam sebesar 0,7% (yoy), lebih dalam dibandingkan deflasi pada November 2023 sebesar 0,5%.
- Deflasi China menunjukkan kondisi ekonomi negeri China tersebut masih cukup lesu.
- Ini terjadi lantaran efek pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti negara tersebut serta krisis sektor properti yang belum usai.
- Deflasi yang terjadi di China ini juga menyebabkan prospek perdagangan ekspor-impor terganggu.
- China adalah motor utama ekonomi Asia, mitra dagang terbesar bagi Indonesia, serta salah satu investor asing terbesar di Indonesia.
- Lesunya ekonomi China tentu menjadi kabar buruk bagi Indonesia.
Source: Cnbc Indonesia, Bisnis Indonesia, Investor Daily
