BI Resmi Mempertahankan BI7DRRR di angka 6%. IHSG Terkapar. | 01 January 1970
*_Market Centiment_*
FLASH
- Pergerakan pasar keuangan Tanah Air pada hari ini kemungkinan besar masih volatile karena tekanan dari menguatnya indeks dolar AS di tengah data ekonomi US yang memanas, perlambatan ekonomi China, hingga efek lanjutan keputusan BI kemarin.
- Penutupan tiga indeks acuan pada bursa wall street pada dini hari tadi juga terkapar di zona merah. Ini perlu diantisipasi lantaran bisa meningkatkan volatilitas pada pasar saham RI.
UNITED STATES
- Dari US ada sejumlah data yang patut dicermati lantaran ada kenaikan penjualan ritel yang memicu inflasi hingga pasar tenaga kerja memanas.
- Imbasnya, akan muncul keraguan pada sikap the Fed yang potensi melonggarkan kebijakan lebih lama dari perkiraan.
- Pada Rabu pukul 20.30 WIB, menurut data Biro Sensus AS, penjualan ritel untuk periode Desember 2023 tumbuh 0,6% secara bulanan Mom, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,3% dan konsensus pasar sebesar 0,4%.
- Klaim pengangguran juga masih meningkat dan tingkat pengangguran masih berada di bawah 4%.
- Sebagai informasi, pada malam nanti akan ada rilis data yang semakin melengkapi kondisi pasar tenaga kerja yaitu klaim pengangguran selama seminggu yang berakhir 13 Januari 2024.
- Menurut Trading Economics, klaim pengangguran terbaru diperkirakan akan naik jadi 207.000, dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 202.000 klaim.
- Indeks dolar AS (DXY) juga terus meningkat.
- Indeks dolar ditutup di posisi 103,38 pada perdagangan Rabu kemarin, level tertingginya dalam sebulan terakhir.
- Penguatan indeks dolar ini menandai adanya peningkatan pe,belian dolar AS sehingga mata uang akan terdepresiasi.
- Rupiah pun masih akan rawan tertekan.
TIONGKOK
- Sentimen dari China ekonomi masih lesu akibat krisis properti yang berlarut hingga kepercayaan konsumen yang rendah.
- Pertumbuhan ekonomi China, pada periode kuartal IV/2023 tercatat tumbuh 5,2% secara tahunan (yoy), angka tersebut di bawah perkiraan jajak pendapat Reuters, 5,3%.
- Guna mengentaskan persoalan ini, pemerintah sedang mempertimbangkan meluncurkan stimulus jumbo.
- Secara keseluruhan, ekonomi China terbilang masih tumbuh lesu, oleh karena itu pemerintah Tiongkok masih pertimbangkan tekanan baru terhadap para pejabat untuk mengeluarkan lebih banyak langkah stimulus untuk memulai aktivitas bisnis dan meningkatkan belanja konsumennya.
- Perlambatan ekonomi China adalah warning keras buat Indonesia. Tiongkok adalah motor utama pertumbuhan ekonomi Asia, Bagi Indonesia, China adalah mitra dagang terbesar dengan kontribusi ekspor mencapai 23%. China juga menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia.
INDONESIA
- Kemaren Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) periode Januari 2024 dengan kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6%.
- Dengan demikian, BI sudah menahan suku bunga acuannya selama empat bulan berturut-turut sejak Oktober 2023.
- Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan itu ditempuh sebagai langkah konsistensi BI menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan, di tengah masih bergejolaknya ketidakpastian ekonomi global.
- Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024.
Sumber: CNBC Indonesia, Bisnis Indonesia







