Menanti Rilis data Penting BI & Tingkat Suku Bunga Acuan China. Gimana Respon Market? | 01 January 1970
*_Market Centiment_*
- Gerak IHSG dan rupiah pada pekan ini akan digerakkan oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.
- Dari dalam negeri, pada Senin BI akan mengumumkan uang beredar M2 Indonesia periode Desember 2023.
- Diketahui, posisi M2 pada periode November 2023 tercatat sebesar Rp 8.573,6 triliun atau naik 3,3% secara tahunan (yoy).
- Perkembangan M2 pada November 2023 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.
- Kemudian, pada Rabu akan ada rilis Penanaman Modal Asing Indonesia secara tahunan (yoy).
- Diketahui, BKPM mencatat PMA ke Indonesia sebesar Rp196,2 triliun pada kuartal III 2023.
- Nilai tersebut naik 16,2% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp168,9 triliun.
- Realisasi investasi asing pun meningkat 5,3% dibandingkan pada kuartal sebelumnya (qtq).
- Sementara dari luar negeri, datang dari US.
- Pada pekan depan, AS akan merilis data lowongan pekerjaan JOLTs periode Desember 2023.
- Diketahui, jumlah lowongan pekerjaan mengalami penurunan sebesar 62.000 dari bulan sebelumnya menjadi 8,790 juta pada November 2023
- Hai ini menandai level terendah sejak Maret 2021 dan berada di bawah konsensus pasar sebesar 8,85 juta.
- Penurunan ini merupakan penurunan lowongan pekerjaan di AS selama tiga bulan berturut-turut, yang mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang terus melemah.
- Sementara dari negeri Tirai Bambu China pada Senin akan merilis suku bunga utama kredit PboC periode Januari 2024.
- Diketahui, People Bank of China (PBoC) mempertahankan stabilitas suku bunga pinjamannya pada keputusan Desember 2023, sebagai bagian dari upaya terus-menerus untuk mendukung pemulihan ekonomi.
- Suku bunga dasar kredit (LPR) satu tahun, yang digunakan untuk pinjaman jangka menengah kepada perusahaan dan rumah tangga, dipertahankan pada rekor terendah 3,45% selama empat bulan berturut-turut.
- Sementara itu, tingkat lima tahun yang menjadi acuan untuk hipotek tetap pada 4,2% untuk bulan keenam berturut-turut.
- Keputusan ini muncul setelah bank sentral meningkatkan injeksi likuiditas pekan lalu, sambil tetap mempertahankan suku bunga yang tidak berubah.
- Meskipun demikian, sektor properti, yang berkontribusi seperempat pada ekonomi China, tetap menjadi tantangan untuk pemulihan karena risiko gagal bayar pembangun semakin meningkat, meskipun upaya pemerintah untuk merangsang permintaan dan mengatasi masalah likuiditas. Mata uang yuan menguat 2,55% pada periode November 2023, namun secara year-to-date mengalami penurunan sebesar 3,4%.
Source: CNBC Indonesia, Bisnis Indonesia, Kontan, Investor Daily







