Menanti Rilis Suku Bunga The Fed, Makert Cenderung Volatile, Semoga IHSG masih Aman ! | 01 January 1970
*_Market Centiment_*
FLASH
- Gerak IHSG dan rupiah pada hari ini akan digerakkan oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.
- Sementara rupiah bergerak di rentang yang sempit.
- Dari dalam negeri investor akan mencermati rilis data Penanaman Modal Asing Indonesia secara tahunan pukul 10.00 WIB.
INDONESIA
- BKPM mencatat penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia sebesar Rp196,2 triliun pada kuartal III 2023.
- Nilai tersebut naik 16,2% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp168,9 triliun.
- Realisasi investasi asing pun meningkat 5,3% dibandingkan pada kuartal sebelumnya (qtq).
- Sepanjang April-Juni 2023, realisasi PMA ke tanah air tercatat sebesar Rp186,3 triliun.
JEPANG
- Dari luar negeri investor mencermati rilis data neraca dagang Jepang yang diperkirakan akan kembali defisit pada Desember 2023.
- Menurut konsensus Tradingeconomics, neraca dagang Jepang pada Desember 2023 mencapai Yen 776 miliar.
- Sebelumnya, defisit perdagangan Jepang menurun tajam menjadi JPY 776,94 miliar pada November 2023 dari JPY 2,057,64 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya,
- Penurunan dipengaruhi oleh lemahnya permintaan dari Tiongkok.
- Sementara itu, impor anjlok 11,9% menjadi JPY 9,596.53 miliar, penurunan kedelapan bulan berturut-turut, terbebani oleh rendahnya biaya energi.
UNITED STATED
- Investor juga tampak mencermati keyakinan pasar secara luas mengenai tren suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.
- Investor mengharapkan penurunan suku bunga acuan yang dimulai pada Maret, meskipun mereka kurang yakin bahwa penurunan awal akan membuahkan hasil.
- Para pedagang sekarang memperkirakan sekitar 40% kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret, menurut FedWatch Tool dari CME Group.
- Itu menandai penurunan tajam dari hampir 81% pada minggu sebelumnya.
- Terdapat hampir 54% kemungkinan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, naik dari sekitar 19% pada minggu sebelumnya.
- Dari US ada rilis perkiraan PMI Manufaktur Amerika Serikat pada Januari 2024,
- Diperkirakan akan turun ke 50,3 dari posisi sebelumnya 50,9.
- PMI Manufaktur AS Global S&P direvisi lebih rendah menjadi 47,9 pada Desember 2023 dari angka awal sebesar 48,2, dan dibandingkan dengan 49,4 pada bulan November,
- Hal ini menunjukkan penurunan yang lebih besar pada kondisi manufaktur.
- Output kembali menurun dan penurunan pesanan baru semakin cepat, mencerminkan lemahnya kondisi permintaan domestik dan eksternal,
- Sementara itu, tekanan inflasi meningkat karena beban biaya meningkat tajam, yang disebabkan oleh harga logam dan plastik dari pemasok, serta kenaikan biaya transportasi.
Source: CNBC Indonesia, Bisnis Indonesia, Kontan, Investor Daily







