Laba Sektor Perbankan Pecah Rekor, BMRI, BBCA, BBNI, BRIS rally. Hari ini Sell on News? | 01 January 1970
*MORNING IDEA SUMMARY*
_by: Erdikha Elit Sekuritas_
Thursday, February 1, 2024
- IHSG 7,208 *Menguat* (0.22%)
- IDX Transaction Value 11.93 T
- Net Foreign Buy 1.52 T
*_Market Centiment_*
- Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah isu dan sentimen penting pada perdagangan hari ini mengingat banyaknya data dan agenda penting yang akan keluar hari ini.
- Perdagangan IHSG, SBN hingga rupiah akan dihiasi data-data penting yang diprediksi dapat mendorong menambah volatile pasar keuangan Indonesia hari ini.
- Ambruknya Wall Street pada perdagangan Rabu waktu AS menjadi sinyal kuning bagi pergerakan IHSG hari ini.
- Sentimen Wall Street bisa menjalar ke pasar keuangan global termasuk Indonesia. Keputusan The Fed yang mengecewakan pasar juga bisa menekan rupiah dan harga SBN hari ini.
- Kinerja cemerlang sektor perbankan diharapkan bisa menopang IHSG hari ini.
- Emiten bank buku 4 telah merilis laporan keuangan tahun 2023 yakni BBCA, BBRI, BBNI, BMRI.
- Emiten perbankan swasta terbesar BBCA, mencatatkan laba bersih konsolidasi senilai Rp 48,6 triliun di sepanjang tahun 2023. Catatan laba tersebut naik 19,4% dibandingkan dengan capaian tahun 2022.
- BBNI mencatat laba bersih Rp 20,9 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 14,2% secara tahunan (yoy). Laba perusahaan anak menyumbang Rp419,4 miliar, dengan pertumbuhan 36,2% yoy.
- BBRI juga kembali memecah rekor dengan mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp60,4 triliun sepanjang tahun 2023. Perolehan tersebut tumbuh 17,54% secara tahunan (yoy) dari perolehan tahun 2022 sebesar Rp51,40 triliun.
- Rekor lainnya juga diraih oleh BMRI yang berhasil mencetak pertumbuhan kinerja gemilang sepanjang tahun 2023. Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 55,1 triliun sepanjang tahun 2023, tumbuh 33,7% secara tahunan (yoy). Perolehan laba tersebut juga menjadi yang terbesar sejak Bank Mandiri didirikan 25 tahun lalu. Selain itu,
- Pada hari ini, akan ada rilis PMI Manufaktur Indonesia periode Januari 2024 dan data inflasi Indonesia periode Januari 2024.
- Diketahui, PMI manufaktur Indonesia tercatat sebesar 52,2 poin pada periode Desember 2023. Angka tersebut melesat 0,97% dibandingkan pada periode bulan November 2023 yang sebesar 51,7 poin.
- PMI manufaktur Indonesia tetap berada di zona ekspansif lantaran skornya di atas 50 poin. Angka tersebut sudah bertahan selama 28 bulan berturut-turut.
- BPS hari ini juga akan mengumumkan data inflasi Januari 2024. Inflasi Indonesia diperkirakan melandai pada Januari 2024 sesuai pola musimannya.
- Inflasi melandai karena harga sejumlah bahan pokok dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
- BPS akan mengumumkan data inflasi Januari 2024 pada Kamis . BPS akan menggunakan tahun basis baru yakni 2022 menggantikan 2018 mulai Januari 2024.
- The Fed Isyaratkan Belum Ada Cut Rate di Maret.
- The fed kembali menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50%. The Fed juga mengisyaratkan belum akan memangkas suku bunga acuan pada Maret mendatang.
- The Fed mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli tahun ini sebelum menahannya pada September, November, Desember 2023, dan Januari.
- The Fed dalam pernyataan resminya mengatakan pemangkasan suku bunga tidak layak dilakukan selama mereka belum yakin jika inflasi bergerak ke arah 2%.
- Adanya indikasi suku bunga akan ditahan lama bisa membuat investor asing kabur dari pasar domestik sehingga terjadi capital outflow di pasar saham dan obligasi.
- IHSG, rupiah, dan SBN pun bisa menghadapi tekanan kencang pada hari ini.
*_Indonesia Macro Economic Indicator_*
- GDP Growth Rate 1.6 percent
- GDP Annual Growth Rate 4.94 percent
- Unemployment Rate 5.32 percent
- Inflation Rate 2.61 percent
- Inflation Rate MoM 0.41 percent
- Interest Rate 6 percent
- Balance of Trade 3307 USD Million
- Current Account -860 USD Million
- Current Account to GDP 1 percent of GDP
- Government Debt to GDP 39.9 percent of GDP
- Government Budget -1.65 percent of GDP
- Business Confidence 13.17 points
- Manufacturing PMI 52.2 points
*_Emiten News Highlight_*
- Allo Bank (BBHI) Catat Laba Bersih Naik 66% Jadi Rp444,57 Miliar di Tahun 2023
- Laba Bank Syariah Indonesia (BRIS) Naik 33,82 Persen Jadi Rp 5,7 Triliun
- Bank Mandiri (BMRI) Gapai Laba Rp55,1 T Naik 33,7 Persen di 2023
- Laba 2023 Tembus Rp60,43 Triliun, Ini Kata Bos Bank BRI (BBRI)
- Aksi Berlanjut! CGS-CIMB Securities Kembali Lepas 40 Juta Saham Astrindo (BIPI)
*_Rekomendasi:_*
Speculative Buy BRPT (1,060)
Target Price: 1,080 - 1,110
Stop Loss jika di bawah 1,025
Keterangan: Morning Star, Oversold, entry level: 1030-1060
Speculative Buy EXCL (2,320)
Target Price: 2,360 - 2,430
Stop Loss jika di bawah 2,250
Keterangan: Bullish Harami, entry level: 2260-2320
Sell on Strength BBNI (5,750)
Target Price: 5,850 - 6,025
Stop Loss jika di bawah 5,575
Keterangan: Three White Souldier
Sell on Strength BMRI (6,650)
Target Price: 6,775 - 6,975
Stop Loss jika di bawah 6,450
Keterangan: Three White Souldier
Sell on Strength BRIS (2,330)
Target Price: 2,370 - 2,440
Stop Loss jika di bawah 2,260
Keterangan: Bullish Continuation
*_AO DISCLAIMER ON_*
Full report: https://erdikha.com/Edukasi







