Kembali Berkutat Dengan Suku Bunga, Bagaimana Proyeksi IHSG Awal Pekan Ini? | 01 January 1970
*MORNING IDEA SUMMARY*
_by: Erdikha Elit Sekuritas_
Monday, March 18, 2024
- IHSG 7,328 *Melemah* (-1.42%)
- IDX Transaction Value 17.85 T
- Net Foreign Buy/Sell -1.51 T
*_Market Centiment_*
"KINERJA IHSG & FLOW ASING
- Pada perdagangan sebelumnya IHSG melemah sebesar -1.42% (harian), -0.73% (mingguan).
- Asing mencatatkan net sell day-on-day dari Bursa sebesar -1.51 T, Net buy week-on-week dari bursa sebesar +7.40 T, Sehingga secara Year to Date Asing mencatatkan net buy dari bursa sebesar 26.11 T.
- Pelemahan IHSG didorong oleh sektor Finansial yang melemah -1.96% dan sektor Industrial -1.82%.
SENTIMEN GLOBAL
- Wallstreet ditutup kompak melemah karena aksi jual saham-saham teknologi, dan menunggu keputusan The Fed di minggu depan. Data terbaru yang menunjukkan angka CPI dan PPI yang lebih tinggi dari perkiraan telah menimbulkan spekulasi bahwa potensi penurunan suku bunga mungkin ditunda hingga akhir tahun ini.
- Sektor-sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga diantaranya perbankan, properti, dan teknologi.
SENTIMEN DOMESTIK
- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) februari 2024 turun menjadi 123 (vs 125 periode sebelumnya). IKK masih diatas 100, menandakan optimisme masih ada, sehingga ekspektasi konsumen terhadap ekonomi masih terbilang tinggi sehingga berpeluang potensi peningkatan spending pada bulan ramadhan masih tetap besar.
- Retail Sales Indonesia pada januari 2024 naik menjadi 1.1% y-o-y (vs 0.2% y-o-y periode sebelumnya). Ini menandai ekspansi perdagangan ritel selama delapan bulan berturut-turut, di dorong oleh kenaikan pakaian, bahan bakar, makanan, peralatan rumah tangga, suku cadang dan aksesoris otomotif. Penjualan ritel untuk Februari dan kuartal pertama 2024 diperkirakan akan tumbuh masing-masing sebesar 3,6% dan 2,4%. Didorong oleh daya beli masyarakat dalam momentum libur panjang dan pesta demokrasi pemilu.
KOMODITAS
- Harga batu bara Newcastle berjangka stabil di sekitar $130 per ton, karena para investor menimbang kelebihan pasokan di RRT terhadap penurunan ekspor dari Rusia. China diperkirakan tidak akan meningkatkan impor batu bara pada tahun 2024 karena Shanxi, provinsi penghasil batu bara terbesar di China menerapkan kebijakan produksi baru untuk menstabilkan output dan mencegah kelebihan produksi. Di sisi lain, Permintaan dari india diperkirakan tetap kuat, karena pembangkit listrik tenaga batu bara mencapai titik tertinggi baru pada bulan Januari 2024, meskipun ada upaya untuk meningkatkan sumber energi terbarukan.
- Beberapa emiten batu bara yang mempunyai eksposur terhadap China-India yaitu PTBA, ADRO, INDY, ITMG. Yang mengungguli untuk eksposur terhadap China-India yaitu ADRO.
PEKAN INI
- Sentimen dari Global, Rilis data di China diantaranya Produksi Industri yang diperkirakan konsensus turun dari periode sebelumnya sebesar 5% YoY (vs 6.8% YoY periode sebelumnya), dan Penjualan Eceran di perkirakan konsensus turun dari periode sebelumnya sebesar sebesar 5.2% YoY (vs 5.6% periode sebelumnya).
- Dari US, Rilis data Izin pembangunan di Amerika Serikat yang di perkirakan konsensus naik dari periode sebelumnya sebesar 1.5 Juta (vs bulan sebelumnya sebesar 1.489 Juta), dan Keputusan suku bunga oleh The Fed yang diperkirakan konsensus bertahan di 5.5% (vs periode sebelumnya), Proyeksi Ekonomi dan Konferensi Pers dari Pejabat The Fed.
- Sedangkan dari Sentimen dari Domestik, Rilis data keputusan suku bunga BI yang diperkirakan konsensus bertahan dari periode sebelumnya sebesar 6% YoY (vs 6% YoY periode sebelumnya), Suku Bunga Simpanan yang diperkirakan konsensus bertahan dari periode sebelumnya sebesar 5.25% YoY (vs 5.25% YoY periode sebelumnya), Suku Bunga Pinjaman yang diperkirakan konsensus bertahan dari periode sebelumnya sebesar 6.75% YoY (vs 6.75% YoY periode sebelumnya).
- Sektor-sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga diantaranya perbankan, properti, dan teknologi."
*_Indonesia Macro Economic Indicator_*
- GDP Growth Rate 0.45 percent
- GDP Annual Growth Rate 5.04 percent
- Unemployment Rate 5.32 percent
- Inflation Rate 2.75 percent
- Inflation Rate MoM 0.37 percent
- Interest Rate 6 percent
- Balance of Trade 867 USD Million
- Current Account -1290 USD Million
- Current Account to GDP 1 percent of GDP
- Government Debt to GDP 39.9 percent of GDP
- Government Budget -1.65 percent of GDP
- Business Confidence 13.17 points
- Manufacturing PMI 52.7 points
*_Emiten News Highlight_*
- Sah, Dividen Bank BTN (BBTN) 2024 setara 20% Laba, Rp49,89 per Lembar
- Harum Energy (HRUM) Borong 60,7% Saham Westrong Metal Industry Rp3,40 Triliun
- Vale Indonesia (INCO) akan Gelar Rights Issue Pasca Divestasi Lanjutan ke MIND ID
- Jelang Hari Penting Selasa Esok, GPF Lakukan Ini ke Saham GOTO
- Adaro (ADRO) Catat Ekspor Batu Bara ke Asia Tenggara 22%
*_Rekomendasi:_*
Hold BBTN (1,395)
Target Price: 1,440 - 1,500
Stop Loss jika di bawah 1,380
Keterangan: Oversold, entry level: 1390-1425
Trading Buy HRUM (1,410)
Target Price: 1,455 - 1,470
Stop Loss jika di bawah 1,370
Keterangan: Bullish Breakaway, entry level: 1380-1420
Trading Buy INCO (4,210)
Target Price: 4,310 - 4,460
Stop Loss jika di bawah 4,190
Keterangan: Oversold, entry level: 4210-4250
Speculative Buy GOTO (71)
Target Price: 74 - 78
Stop Loss jika di bawah 68
Keterangan: Bullish breakaway, entry level: 69-71
Buy on Weakness ADRO (2,660)
Target Price: 2,730 - 2,760
Stop Loss jika di bawah 2,610
Keterangan: Oversold, entry level: 2620-2660
*_AO DISCLAIMER ON_*
Full report: https://erdikha.com/Edukasi







