IHSG berpeluang menguat terbatas Usai Rilis Data Ekonomi | 01 January 1970
Weekly Market Insight on June 24, 2024
by: Erdikha Elit Sekuritas
Market Centiment
"SENTIMEN GLOBAL
* Wall Street ditutup variatif dengan mayoritas melemah dipicu oleh aksi ambil untung investor terhadap saham Nvidia (-3.5%) setelah mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sejak awal tahun sendiri saham Nvidia telah mengalami kenaikan lebih dari 160% seiring optimisme investor akan prospek teknologi kecerdasan buatan meskipun di tengah tanda-tanda melemahnya konsumsi masyarakat.
* Bursa Eropa ditutup menguat menghapus kerugian dari sesi sebelumnya untuk mencapai level tertinggi dalam satu minggu di tengah dukungan dari prospek kondisi kredit yang membaik menyusul keputusan dari otoritas moneter utama di Eropa.
* Bursa Asia ditutup variatif setelah indeks AS mencatat rekor baru, menunjukkan tanda-tanda terbaru bahwa ekonomi AS mungkin melambat tanpa resesi. Kontrak berjangka AS bervariasi dan harga minyak turun, sementara Nikkei 225 Tokyo naik 0.2% menjadi 38.570,86 setelah data perdagangan Jepang menunjukkan ekspor naik 13.5% dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh kenaikan harga dan pelemahan yen terhadap dolar AS.
SENTIMEN DOMESTIK
* Faktor global juga mempengaruhi pergerakan pasar di level domestik. Rupiah terdepresiasi 0.68% ke level 16,501.
* Imbal hasil obligasi negara tenor acuan 10 tahun naik dari 7.09% ke 7.14% dan IHSG +1.37%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh Rilis Data Suku Bunga yang bertahan di level 6.25%.
SENTIMEN MAKRO
* Neraca Perdaganan, ada Mei 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar $2,93 miliar. Surplus ini meningkat tipis sebesar $210 juta dibandingkan dengan bulan April 2024, dan meningkat signifikan sebesar $2,5 miliar dari periode yang sama pada tahun 2023. Nilai ekspor Indonesia mencapai $22,32 miliar pada Mei 2024, mengalami kenaikan sebesar 13,82% dari April 2024 dan tumbuh 2,86% dibandingkan dengan Mei 2023. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama peningkatan ekspor baik secara bulanan maupun tahunan. Sementara itu, nilai impor Indonesia mencapai $19,4 miliar pada Mei 2024, naik 14,82% dari April 2024, namun mengalami penurunan 8,83% dibandingkan dengan Mei 2023. Penurunan nilai impor secara tahunan didominasi oleh impor bahan baku dan bahan penolong.
* BI Rate, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6.25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5.50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7.00%.
KOMODITAS
* Minyak mentah, Perdagangan Minyak menguat didorong oleh penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar daripada yang diantisipasi. Menurut data EIA, persediaan minyak mentah AS turun 2,547 juta barel minggu lalu, melampaui prediksi penurunan 2 juta barel.
* Emas, Perdagangan emas menguat karena kinerja ekonomi AS yang lesu meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga tahun ini. Data hari Selasa menunjukkan bahwa penjualan ritel AS hampir tidak mengalami kenaikan, menandakan sentimen konsumen yang menurun.
* CPO, Perdagangan minyak sawit mempertahankan kenaikan dari sesi sebelumnya di tengah kenaikan minyak mentah saingannya di Bursa Dalian.
PEKAN INI
* Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dengan volume lebih besar dari periode sebelumnya.
* IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan konsolidasi di kisaran support 6.800, dan resistance 6.900.
* Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp100.52 Miliar di seluruh pasar.
Source: IDX, Investing, Kontan, Reuters, Tradingeconomics."
Indonesia Macro Economic Indicator
- GDP Growth Rate -0.83 percent
- GDP Annual Growth Rate 5.11 percent
- Unemployment Rate 4.82 percent
- Inflation Rate 2.84 percent
- Inflation Rate MoM -0.03 percent
- Interest Rate 6.25 percent
- Balance of Trade 2927 USD Million
- Current Account -2161 USD Million
- Current Account to GDP -0.3 percent of GDP
- Government Debt to GDP 39.9 percent of GDP
- Government Budget -1.65 percent of GDP
- Business Confidence 14.11 points
- Manufacturing PMI 52.1 points
Emiten News Highlight
- Refinancing, Barito Pacific (BRPT) Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun
- Tebur Dividen Rp22,5 Miliar, GLVA Bidik Potensi Pasar AI hingga Cloud
- Fortune Southeast Asia 500, BRI Institusi Keuangan No1 di Indonesia
- Kembali Borong Saham BRI (BBRI), Direksi Rogoh Kocek Miliaran Rupiah
- Alkindo Naratama (ALDO) Dapat Restu Sebar Dividen dan Stock Split 1:2
Rekomendasi:
Speculative Buy PGAS (1,505)
Target Price: 1,535 - 1,580
Stop Loss jika di bawah 1,455
Keterangan: Bullish Breakaway, entry level: 1460-1505
Trading Buy ICBP (10,300)
Target Price: 10,500 - 10,800
Stop Loss jika di bawah 9,975
Keterangan: Oversold, entry level: 10000-10300
Trading Buy TLKM (2,950)
Target Price: 3,000 - 3,090
Stop Loss jika di bawah 2,860
Keterangan: Oversold, entry level: 2870-2950
Trading Buy BMRI (6,125)
Target Price: 6,225 - 6,425
Stop Loss jika di bawah 5,925
Keterangan: Morning Star, entry level: 5950-6125
Speculative Buy BBNI (4,540)
Target Price: 4,630 - 4,760
Stop Loss jika di bawah 4,400
Keterangan: Morning Star, entry level: 4410-4540
AO DISCLAIMER ON
Full report: https://erdikha.com/Edukasi







