Rupiah Menguat Terbatas, Simak Strategi di Bursa Domestik ! | 01 January 1970
*MORNING IDEA SUMMARY*
_by: Erdikha Elit Sekuritas_
Tuesday, June 25, 2024
- IHSG 6,889 *Menguat* (0.13%)
- IDX Transaction Value 9.62 T
- Net Foreign Buy/Sell -39.7 B
*_Market Centiment_*
"SENTIMEN GLOBAL
SENTIMEN GLOBAL
* Wall Street ditutup variatif ketika pelaku pasar bersiap untuk data inflasi PCE penting dan komentar dari beberapa pejabat Fed minggu ini
guna menilai prospek kebijakan moneter. Dow Jones Industrial Average naik pada Senin karena investor menjual saham teknologi besar
dan beralih ke sektor lain seperti perbankan dan energi.
* Bursa Eropa ditutup variatif dan mayoritas menguat karena investor menantikan data ekonomi baru dan keputusan suku bunga dari
berbagai bank sentral, termasuk bank sentral Swedia dan Turki, serta data PDB dari Spanyol dan Italia, dengan sentimen global dipengaruhi
oleh indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS yang akan dirilis Jumat.
* Bursa Asia ditutup variatif dan sebagian besar melemah mengikuti pelemahan di Wall Street karena aksi jual saham terkait AI dan
kekhawatiran akan suku bunga tinggi di AS, sementara investor menantikan data ekonomi dari Australia dan Jepang; saham di Australia,
Korea Selatan, Hong Kong, dan China turun, sementara saham Jepang naik.
SENTIMEN DOMESTIK
* Faktor global juga mempengaruhi pergerakan pasar di level domestik. Rupiah terdepresiasi 0.30% ke level 16,400.
* Imbal hasil obligasi negara tenor acuan 10 tahun naik dari 7.12% ke 7.21% dan IHSG +0.13%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh Rilis Data
Suku Bunga yang bertahan di level 6.25%.
SENTIMEN MAKRO
* Neraca Perdaganan, ada Mei 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar $2,93 miliar. Surplus ini meningkat tipis sebesar $210 juta dibandingkan dengan bulan April 2024, dan meningkat signifikan sebesar $2,5 miliar
dari periode yang sama pada tahun 2023. Nilai ekspor Indonesia mencapai $22,32 miliar pada Mei 2024, mengalami kenaikan sebesar
13,82% dari April 2024 dan tumbuh 2,86% dibandingkan dengan Mei 2023. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama
peningkatan ekspor baik secara bulanan maupun tahunan. Sementara itu, nilai impor Indonesia mencapai $19,4 miliar pada Mei 2024, naik
14,82% dari April 2024, namun mengalami penurunan 8,83% dibandingkan dengan Mei 2023. Penurunan nilai impor secara tahunan
didominasi oleh impor bahan baku dan bahan penolong.
* BI Rate, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar
6.25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5.50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7.00%.
KOMODITAS
* Minyak mentah, Perdagangan Minyak menguat didorong oleh meningkatnya permintaan bensin di AS dan ketegangan geopolitik yang
kembali memanas di Timur Tengah.
* Emas, Perdagangan emas menguat didorong oleh pelemahan dolar, sementara investor menantikan data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter Federal Reserve.
* CPO, Perdagangan minyak sawit menguat terbatas dalam perdagangan terbatas setelah kerugian tajam di sesi sebelumnya.
PEKAN INI
* Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dengan volume lebih kecil dari periode
sebelumnya.
* IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan konsolidasi di kisaran support 6.800, dan resistance 6.900.
* Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp39.73 miliar di seluruh pasar.
* Investor dapat mencermati dan memanfaatkan momentum di sektor perbankan, minyak dan telekomunikasi.
* Investor disarankan menggunakan strategi DCA (Dollar Cost Averaging) guna untuk meminimalisir risiko.
Source: IDX, Investing, Kontan, Reuters, RTI, Tradingeconomics.







